MONITOR, Jakarta – Kedekatan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin semakin menggegerkan publik. Baru-baru ini, keduanya memperlihatkan keakrabannya saat bersama-sama menaiki pesawat kepresidenan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, yang bertolak ke Jakarta pada Selasa (17/4) malam.
Kala itu keduanya berkesempatan menghadiri malam puncak Harlah PMII ke-58 tahun. Momen ini semakin ramai diperbincangkan publik manakala diunggah langsung oleh Cak Imin di media sosialnya.
Menanggapi hal itu, Cak Imin membenarkan bahwa dirinya bersama Jokowi banyak membicarakan hal penting mengenai ancaman yang terjadi di Pilkada serta energi gelombang pergerakan umat Islam.
“Semua hal kita dibahas bersama beliau, di perjalanan dari Bandung ke Jakarta. Mulai dari ancaman perpecahan dalam pilkada, kemudian kita juga membahas bagaimana agar gairah keagamaan Islam ini benar-benar menjadi energi positif bukan menjadi energi negatif di dalam penyempurnaan kebangsaan dan pembangungan kita,” ujar Cak Imin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4).
Selain itu, Cak Imin juga mengakui pada kesempatan itu juga hal mengenai cawapres menjadi pembahasan yang tak terlewatkan, sehingga ia merasa sangat yakin kalau Jokowi akan memilihnya untuk mendampinginya sebagai cawapres mendatang.
“Tentu (dibahas) tapi rahasia. Ya lanjut dong. Positif dong,” tukasnya.
Dengan begitu, Cak Imin menegaskan bahwa hal tersebut semakin dimantapkan dengan relawan JOIN (jokowi-muhaimin), sehingga ia menepis kabar yang menyebut PKB siap dukung Jokowi dengan syarat jatah kursi ke PKB jika dirinya tidak dipilih jokowi sebagai cawapres.
“Ndak.. ndak.. ndak, yang terjadi pokoknya PKB join. JOIN itu Jokowi-Muhaimin. Udah itu aja. Jadi sementara perintah para kiyai para ulama para pendukung PKB ya itu pokonya PKB harus berjuang JOIN, Jokowi-Muhaimin. Kita tidak pernah berfikir selain itu. Bagaimana nanti, ya kita tunggu sampai pendaftaran,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dalam hal ini kedepannya semoga menjadi semakin positif sehingga diakuinya kalau saat ini dirinya sudah siap dan sangat optimis apabila ditunjuk menjadi cawapres mendampingi Jokowi.
“Jangan kalau-kalau yang negatif. Kalau-kalau yang positif saja. Pokonya optimistis. Mau taruhan apa. Sampai hari ini belum ada satupun calon selain JOIN jangan-jangan, coba dicek, yang mendeklarasi capres baru Pak Jokowi. Pak Prabowo masih belum ada wakilnya. Jadi Satu-satunya di Indonesia yang mendeklrasikan wapres cuma saya sendiri. Kan berarti baru ada 1 pasang. Hahaha,” tandasnya sambil tertawa dengan sangat yakin.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah mematangkan skema pergerakan jemaah pada fase puncak haji…
MONITOR, Madinah - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026…
MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan kepada para pekerja agar menjaga semangat berinovasi di…
MONITOR, Jakarta - Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto mengaku bisa bernafas lega. Itu…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sedang menyusun Peraturan Menteri (Permen)…
MONITOR, Sumedang — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kerja sama dalam pengembangan…