MONITOR – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Sabtu (14/4) menyampaikan keprihatinan mengenai aksi gabungan terhadap Suriah oleh Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris, dan menyerukan dipatuhinya Piagam PBB serta hukum internasional dalam masalah itu.
"Sebagai Sekretaris Jenderal PBB, tugas saya lah untuk mengingatkan negara anggota bahwa ada kewajiban, terutama ketika menangani masalah perdamaian dan keamanan, untuk bertindak sejalan dengan Piagam PBB dan dengan hukum internasional pada umumnya," kata Guterres dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan atas permintaan Rusia.
Guterres menegaskan Piagam PBB sangat jelas mengenai masalah ini dan Dewan Keamanan memiliki tanggung-jawab utama bagi pemeliharaan keamanan dan perdamaian internasional.
"Saya menyeru semua anggota Dewan Keamanan untuk bersatu dan melaksanakan tanggung-jawab itu," tegasnya sebagaimana dikutip Antara Xinhua, Minggu (15/4).
"Saya mendesak semua negara anggota agar memperlihatkan penahanan diri dalam kondisi berbahaya ini dan menghindari setiap tindakan yang dapat meningkatkan keadaan dan menambah parah penderitaan rakyat Suriah," tandasnya. (ANT)
MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…
MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…
MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…