Categories: NASIONALPOLITIK

Tinggalkan Golkar, Ini Alasan Priyo Budi Rela Gabung di Partai Berkarya

MONITOR, Jakarta – Setelah resmi menjadi Sekertaris Jendral (Sekjend) Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso yang sebelumnya bernaung di Partai Golkar selama 17 tahun ini mengungkapkan alasannya lebih memilih merapat ke Partai Berkarya. Bahkan ia rela meninggalkan Golkar yang telah membesarkan namanya di kancah perpolitikan tanah air.

Priyo menuturkan, partai Berkarya mempunyai trah penguasa orde baru yakni Presiden Soeharto yang merupakan mantan Presiden RI yang kedua. Hal itu dianggapnya sebagai alasan kuat dirinya memilih hengkang dari Partai Golkar.

“Saya mempunyai alasan-alasan. Pertama jalan takdir sejarah. Kedua, melihat figur Tommy Soeharto sebagai komandan tertinggi Partai Berkarya sehingga saya memutuskan mendampingi putra kandung Pak Harto dan trah Soeharto," kata Priyo di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Kamis (12/4).

Selain itu, Priyo mengaku dirinya tak kuasa untuk menolak tawaran dari sang Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandalaputra yang lebih dikenal dengan sapaan Tommy Soeharto itu.

Terlebih, menurutnya munculnya beberapa partai baru di pemilu 2019 mempunyai kesamaan dengan Partai Golkar terutama tentang visi dan misi dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun demikian, Priyo mengatakan dirinya sempat merasa berat untuk meninggalkan Golkar, karena menurutnya itu merupakan suatu pilihan yang teramat sulit.

"Saya pikir keras empat hari merenung, pikir, menimbang, istikharah. Tidak mudah tinggalkan Golkar. Tidak mudah bagi saya tinggalkan Golkar setelah 17 tahun di sentrum politik. Menjadi pengurus partai, terakhir DPR fraksi Golkar," kata mantan Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 itu.

Namun diakuinya, setelah merasa yakin untuk memutuskan angkat kaki dari Golkar, Priyo sempat meminta izin lalu pamit kepada para petinggi partai berlambang pohon beringin itu. Seperti kepada BJ Habibie, Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, dan Jusuf Kalla.

Lebih dari itu, Priyo yang juga merupakan salah satu tokoh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini juga mengaku keputusannya tersebut telah direstui oleh Akbar Tanjung dan BJ Habibie.

"Akbar merasa kehilangan, tetapi beliau merestui. Saya gembira Habibie menjawab WA saya, menyatakan merestui. Habibie senang saya gabung dengan Tommy," bebernya.

Recent Posts

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

4 jam yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

4 jam yang lalu

“Kumpul Bersama Rakyat” Buka Peluang Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…

5 jam yang lalu

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…

8 jam yang lalu

Kementerian UMKM: Holding UMKM Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok

MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…

8 jam yang lalu

Jasa Marga Catat 509 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek pada H-3 s.d. H-1 Periode Libur Hari Kemerdekaan RI

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 509.684 kendaraan keluar wilayah Jabotabek pada…

17 jam yang lalu