Categories: NASIONAL

Komisi VIII DPR Apresiasi Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ei Nurul Khotimah mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh Konsorsium Pekerjaan Sosial Indonesia (KPSI) dan profesi pekerja sosial Indonesia dalam menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

Namun, ia mempertanyakan tentang SDM di Kementerian Sosial yang minim melibatkan profesi pekerja sosial. “Kita sebagai anggota panja merekomendasi kepada kemensos utk mengalokasikan anggaran bagi program layanan sosial yang melibatkan profesi pekerja sosial,” kata Ei di Jakarta, Selasa (10/4).

Kehadiran KPSI, Yayasan Sayap Ibu, Komnas Perempuan, Dosen dan Mahasiswa Prodi  Kesejahteraan dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan Bandung menurut Ei dapat membantu memberikan penjelasan detail mengenai profesi pekerja sosial saat ini dan harapannya di masa depan.

“Beberapa masukan tersebut dapat membantu komisi VIII dalam menggodok RUU praktik Pekerja sosial,” tutur Ei.

Selain Ei, beberapa pertanyaan yang muncul disampaikan oleh para anggota dewan salah satunya yakni TB Ace Hasan Syadzily.

Tb Ace mengatakan dalam konteks ilmu kesejahteraan sosial yang multidisiplin apakah dibutuhkan otoritas tertentu  yang melobatkan semua disiplin ilmu.

“Dalam pengaturan di UU kan harus jelas standar-standarnya? agar tidak sumir di masyarakat,” kata Ace.

Menjawab semua pertanyaan tersebut, Toto Utomo menyatakan bahwa pekerja sosial sudah  memenuhi atandar untuk dikatakan sebagai sebuah profesi.

“Standar praktek profesi ini bahkan menjadi perhatian khusus di Kementerian Sosial dengan membentuk Lembaga sertifikasi profesi pekerja sosial (LSPS) dan Badan akreditasi lembaga kesejahteraan sosial (BALKS),” jawab Toto.

Selain itu, Prof. Bambang Shergi Laksmono menegaskan bahwa memang ilmu kesejahteraan sosial itu adalah ilmu spesialitasi pekerja sosial yang dibangun diatas semua disiplin yg multi tersebut sehingga justru menjadikan kompetensi praktik pekerja sosial semakin komprehensif dan profesional.

Recent Posts

Wamenaker: LKS Bipartit Sarana Penting dalam Mencegah Perselisihan Hubungan Industrial

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa Lembaga Kerja Sama (LKS)…

18 menit yang lalu

KOSMAK Laporkan Dugaan Rekening Rp170 Miliar Pejabat Minerba ke Kortas Tipikor

MONITOR, Jakarta - Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) melaporkan dugaan rekening bernilai lebih dari…

2 jam yang lalu

Mentan Amran Kawal Harga Telur Peternak, Model Sidrap Dinilai Layak Diterapkan Nasional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah perlindungan terhadap peternak ayam petelur menyusul…

3 jam yang lalu

Menteri Maman: Revisi UU UMKM untuk Perkuat Pelindungan dan Daya Saing UMKM

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menghadiri rapat kerja…

7 jam yang lalu

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG), memperkuat…

7 jam yang lalu

IPW: Keberhasilan Polda Metro Jaya Ungkap Curanmor Selamatkan Ekonomi Rakyat Kecil

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi kinerja Polda Metro…

8 jam yang lalu