MONITOR, Jakarta – Politisi Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Efendi atau lebih dikenal dengan Dede Yusuf membantah adanya kabar yang menyebutkan kalau saat ini partainya tengah sibuk untuk membahas Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden untuk Pilpres 2019 mendatang.
Menurutnya, apabila saat ini terlihat kalau Ketua Umum ataupun Agus Harimurti Yudhoyono sedang melakukan kunjungan politik pasti akan dikaitkan dengan Pilpres. Dede mengatakan hal itu sebetulnya tidak.
“Kita lebih fokus konsolidasi internal termasuk pilkada. Bahwa akan berdampak popularitas itu adalah side effectnya. Apakah akan menuju kepada pilpres? Bagaimana mau menuju lobi-lobi kalau Ketum kami sedang keliling,” kata Dede di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).
Selain itu, menurut hematnya terkait segala pendekatan apapun yang di lakukan oleh para elit politik sejatinya pasti akan testing the water, sehingga ia mengaku semua hal tersebut belum mutlak menjadi keputusan partai.
Kemudian, Dede juga tidak menampik terkait adanya pembentukan poros ketiga yang notabene wacana itu pernah diinisiasi oleh Demokrat, PKB, dan PAN.
“Semuanya mungkin. Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Saya tidak boleh membuat sudut pandang sendiri,” tukasnya.
Ia menuturkan, apabila melihat dalam konteksnya saat ini Demokrat hanya mengantongi 10 persen suara saja maka kemungkinan untuk mencalonkan capres sangat tidak mungkin. Kata dia, maka demokrat perlu melakukan penjajakan dan lobi kepada partai lain.
“Konteksnya, Demokrat 10 persen tidak bisa maju sendiri harus berkoaslisi. Koalisinya juga harus dua partai paling tidak untuk 20 persen. Untuk itu harus ada lobi. Artinya kalau mau bikin gerbong sendiri harus dilihat yang mana belum keambil, kan sudah kelihatan. Artinya Jadi kalau ditanya kapan? Rasanya tidak mungkin April ini memutuskan apapun. Kita fokus partai sendiri dong. Rapimnas kita mengatakan bahwa Juli baru akan kita keluarkan,” pungkasnya.
