MONITOR, Jakarta – Partai Gerindra tidak akan menggelar konvensi terhadap penetapan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) di pemilihan umum (Pemilu) 2019 nanti.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Moh Nizar Zahro menanggapi usulan agar partai berlambang kepala burung garuda itu menggelar konvensi terhadap sejumlah nama calon alternatif.
"Proses penetapan Capres dan Cawapres yang di atur di AD/ART partai Gerindra maka metode konversi tidak di perlukan, baik di Capres dan Cawapres," kata Nizar saat dihubungi MONITOR, dimuat Minggu (8/4).
Dikatakan Nizar, proses pencalonan Capres dan Cawapres di Partai Gerindra sesuai dengan AD/ART melalui mekanisme diusulkan oleh pengurus DPC dan DPD yang kemudian di usulkan di forum yang lebih tinggi melalui Rakernas partai yang di adakan oleh DPP Partai Gerindra.
Sambung dia, hasil Rakernas nantinya akan disetujui oleh dewan pembina partai Gerindra sehingga kemudian menjadi keputusan bagi partai.
"Mekanisme itu sama juga bagi Cawapres yang urgent bagamana partai koalisi selain Gerindra menentukan sikap terhadap pilihan Cawapres itu agar sama-sama bersepakat dari awal untuk mencapai persyaratan 20 persen PT," pungkas anggota komisi X DPR RI itu.
MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…
MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…
MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…
MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…