Categories: NASIONALPOLITIK

Sambangi Dokter Terawan, Rombongan Komisi I Beri Dukungan Moril

MONITOR, Jakarta – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengajak jajaran anggota komisinya untuk menyambangi Dokter Terawan Agus di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Tabu (4/4) kemarin, usai menggelar rapat internal.

Kedatangan para anggota Komisi I DPR, dikatakan Kharis, sebagai mitra komisi bersama Menteri Pertahanan (Menhan) yang membawahi RSPAD Gatot Subroto.

"Kenapa kami datang, karena RSPAD merupakan mitra kami dibawah Kemenhan yang sampai hari ini ternyata belum ada keputusan apapun sebagaimana yang beredar informasi bahwa dokter Terawan telah dipecat atau diberhentikan," jelasnya, Kamis (5/4).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menuturkan, mengenai viralnya berita yang akhir-akhir di beredar di sosial media akhirnya mendapat penjelasan bahwa sebenarnya belum ada keputusan apapun dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

"Saya kira dalam dua hari ini, kita dikejutkan dengan putusan MKEK terkait dengan apa yang ada di RSPAD dalam hal ini Dokter Terawan untuk memberikan support moral sekalian memberikan pesan pada khalayak bahwa ada hal-hal yang berkaitan dengan temuan terbaru," ujarnya.

Kemudian, ia menjelaskan terkait keputusan yang diterima itu seharusnya rekomendasi dari Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) yang bersifat rahasia. Namun, karena ada sesuatu yang rahasia tersebut malah disebarkan dan akan menjadi sebuah masalah terkait dengan UU ITE.

Di sisi lain, Dokter Terawan yang disambangi oleh Komisi I merasa sangat terhibur karena ia masih sedih dan hanya ingin bekerja yang terbaik untuk bangsa dan negara.

Dengan intonasi nada bicara yang terbata-bata Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen dr Terawan Agus Putranto merasa tidak habis pikir terkait  pemecatannya yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Saya tidak menanggapi surat itu, karena memang saya tidak terima suratnya. Sampai detik ini saya tidak mendapatkan surat (pemecatan dari IDI) yang ditujukan ke saya," ujar Terawan di gedung RSPAD Gatot Subroto, Jakarta (4/4).

Seperti diketahui, Dokter Terawan dipecat karena melakukan sejumlah pelanggaran etik yakni mengiklan, memuji diri, serta menjanjikan kesembuhan kepada pasien. Metode penyembuhan dokter Terawan yakin Digital Subtraction Angiography (DSA) atau cuci otak juga jadi persoalan karena berbeda dengan dokter-dokter yang lain. 

Menurutnya tuduhan melanggar etik itu tidak tepat karena bertolak belakang dengan karirnya di organisasi dokter militer dunia atau International Committee on Military Medicine (ICMM), yang menaungi 114 negara.

"Saya juga bingung bagaimana reputasi saya seorang pimpinan dokter militer dunia dituduh tidak punya etika sebenarnya itu sangat menyakitkan untuk diri saya. Ini berkaitan karena tuduhannya etik, saya bingung membawa nama negara tapi diperlakukan seperti itu," tandasnya.

Recent Posts

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

2 jam yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

10 jam yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

10 jam yang lalu

“Kumpul Bersama Rakyat” Buka Peluang Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…

10 jam yang lalu

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

MONITOR, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM: Holding UMKM Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok

MONITOR, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meluncurkan…

13 jam yang lalu