Categories: NASIONAL

Ketua DPR Soroti Modus Perdagangan Anak melalui Program Magang

MONITOR, Jakarta – Kasus perdagangan anak berkedok magang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang diberangkatkan ke malaysia baru-baru ini menjadi modus jenis baru dalam mengeksploitasi anak-anak. 

Tidak hanya ruang publik saja, tetapi eksploitasi juga dilakukan di ruang private yang tidak terdeteksi aparat Kepolisian. Yakni pada dunia pendidikan.

Apbila merujuk pada data yang dihimpun oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), data sementara korban berjumlah 600 anak di Jawa Tengah dan kiriman dari NTT sejak tahun 2009.

Terkait kasus yang menimpa 600 anak di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur yang menjadi korban kasus perdagangan anak, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo telah

meminta agar Komisi III DPR untuk mendorong Kapolri dan Interpol agar mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku sindikat perdagangan anak bermodus program magang itu. 

Selain itu ia juga meminta agar Komisi I DPR mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), untuk bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Malaysia. Agar memulangkan para siswa tersebut. Dengan bantuan dari KBRI Indonesia untuk Malaysia.

“menugaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia untuk segera melakukan upaya pemulangan siswa-siswa yang telah menjadi korban perdagangan anak ke luar negeri,” kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Rabu (4/4).

Lebih dari itu, Pria yang biasa disap Bamsoet ini juga menegaskan agar Komisi X DPR agar mendorong Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Daerah mendesak pihak sekolah untuk lebih proaktif dalam melaporkan setiap kerja sama yang dilakukan antara pihak sekolah dengan perusahaan penyalur magang.

Bahkan, yang tak kalah penting, Kata dia, mensosialisasikan mekanisme penyaluran siswa magang sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, khususnya program dengan tujuan luar negeri harus lebih terpantau.

“Meminta Komisi X DPR mendorong Kemendikbud, Dinas Pendidikan Daerah untuk memperketat pengawasan terkait perizinan perusahaan penyalur yang menawarkan program magang ke sekolah-sekolah kejuruan, guna meminimalisasi kasus tersebut,” tandasnya.

Recent Posts

Takziah ke Keluarga Petugas Haji di Malang, Wamenhaj Apresiasi Dedikasi Cak Imin Tetap Bertugas di Tanah Suci

MONITOR, Malang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi rumah…

15 jam yang lalu

Komisi Kesehatan DPR Harap Pemerintah Segera Realisasikan Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini berharap Pemerintah segera merealisasikan…

15 jam yang lalu

Banyak Kasus Badal Haji Fiktif, DPR Dorong Digitalisasi Layanan dan Perketat Pengawasan Petugas

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti banyaknya temuan terkait…

15 jam yang lalu

Komisi IX DPR Ingatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tak Terganggu Buntut Defisit BPJS Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti kondisi keuangan BPJS…

15 jam yang lalu

Legislator Minta Pemerintah Antisipasi Meluasnya Karhutla, Dorong Bantuan Bagi Warga Terdampak

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Pemerintah mengantisipasi meluasnya kebakaran…

15 jam yang lalu

Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah, Menjemput Magfiroh, Menuju Janah

dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah, Menjemput Maghfiroh, Menuju Jannah Alhamdulillahi Rabbil…

15 jam yang lalu