MONITOR – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meluncurkan serangan kedua dalam sepekan kepada Amazon.com Inc pada hari Sabtu (31/3). Menuduh retail online terbesar di dunia tersebut telah mendapatkan tarif murah dari Layanan Pos AS dan tidak membayar pajak yang cukup.
Dilansir Reuters, komentar Trump yang dilontarkan melalui Twitter tersebut mengulangi kritik yang telah ia ungkapkan Kamis lalu tentang perusahaan tersebut. Sejumlah pihak menduga Trump telah terdorong oleh sebuah laporan dari situs web berita Axios yang mengatakan bahwa dirinya tengah terobsesi dengan Amazon, dan mempertimbangkan cara untuk mengendalikan kekuatan perusahaan tersebut, diantaranya mungkin dengan undang-undang antitrust atau persaingan federal.
Kekhawatiran investor tentang pengaturan yang diungkapkan Trump telah mengirim saham Amazon anjlok 3,3 persen pada Rabu dan Kamis kemarin, merosot US$ 24 miliar.
"Sementara kami berada di subjek, dilaporkan bahwa Kantor POS AS akan kehilangan US$ 1,50 rata-rata untuk setiap paket yang diberikan untuk Amazon. Jumlah itu mencapai Miliaran Dolar," kata Trump melalui Twitternya pada hari Sabtu, seperti dikutip Reuters.
"Jika PO' meningkatkan tarif parselnya, biaya pengiriman Amazon akan naik sebesar US$ 2,6 Miliar. Penipuan Kantor Pos ini harus dihentikan. Amazon harus membayar biaya rill (dan pajak) sekarang!" twitt Turump, kendati tidak menyebutkan sumber yang ia kutip.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong para pekerja untuk memahami dan memanfaatkan Program Jaminan…
MONITOR, Makkah – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-55. Hingga hari…
MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja…
MONITOR, Batam - Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk…