Categories: NASIONAL

Terus Dikritik, Arteria Sebut Dirinya Bela Kepentingan Jamaah Umrah

MONITOR, Jakarta – Beberapa waktu lalu, anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan melontarkan pernyataan pedas kepada Kementerian Agama saat rapat bersama Jaksa Agung. Kini, politikus PDI Perjuangan itu mengelak bahwa sesungguhnya dia tak berniat melecehkan Menteri Agama maupun institusi tersebut.

“Itu kita tidak mengarah kepada saya katakan pak menteri agama itu bangsat, tidak. Kementerian agama bangsat tidak, ada bahaya laten. Ini kan hutan belantara di sini. Gak pernah selesai. Kami ingin menyelsaikan,” kata Arteria baru-baru ini saat ditemui MONITOR di kompleks Senayan.

Ia pun menegaskan, dalam hal tersebut publik seharusnya mampu membedakan hal-hal yang substansi terhadap permasalahan yang dikatakannya, atau diksi bangsat yang menyinggung kemenag itu.

“Saya hanya katakan, tolonglah temen-temen ini milih yang mana. Milih yang substansi yang permasalahan yang saya utarakan atau diksi bangsat yang menyakitkan dan menyinggung. Seandainya ada ketersinggungan, pak menteri tersinggung, saya katakan ini watawasobilhak watawasohak. Sama-sama lah kita, saya hadir saya berbicara untuk mengingatkan kebaikan, pak menteri sahabat, abang saya pak menteri,” imbuhnya.

Lebih dari itu, ia juga mengatakan dalam persolan tersebut yang buntutnya menjadi ketersinggungan oleh pihak kementerian agama yang dalam hal ini pemerintah. Ia meminta maaf.

“Kembali lagi saya katakan. Milih substansi atau milih diksi. Kalau beririsan ada ketersinggungan, mohon maaf. Kalau saya menyinggung pak menteri dan temen-temen kemenag. Gapapa saya katakan kalau pilihan kita semua mengatakan diksi ya, diksi kata bangsatnya beririsan ada yang tersinggung, saya katakan saya mohon maaf,” ungkapnya.

Namun, Arteri menegaskan dalam kasus penyelenggaraan umroh bodong firts travel itu sangat tidak dibenarkan dan harus ditindak tegas sehingga hal tersebut mengganggu marwah kemenag dalam hal ini yang harus nya melindungi jemaah umroh tersebut.

“Tapi saya tidak bisa membiarkan ada umat ada rakyat yang sedang keterbatasan uangnya nabung masuk dia ke lembaga penyedia jasa umrah. Ternyata apa, jangankan umrah, uangnya juga hilang. Dan begitu hilang apa yang dikatakan? “Mohon maaf ini bukan urusan kami lagi, urusannya sudah di lembaga penegak hukum kepolisian sekarang di kejaksaan. Bayangkan, bagaimana pemenuhan kementerian terhadap jaminan orang beribadat menurut agama dan kepercayaannya,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…

9 jam yang lalu

Kemenag Satukan Organisasi Profesi Guru Lintas Agama dalam Satu Konfederasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…

9 jam yang lalu

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

1 hari yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

2 hari yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

2 hari yang lalu

“Kumpul Bersama Rakyat” Buka Peluang Pasar UMKM

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…

2 hari yang lalu