Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Lewat Puisi, Rektor UIN Malang Balas Ujaran Kasar Arteria Dahlan

MONITOR, Malang – Perkataan kasar politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan yang dialamatkan kepada Kementerian Agama saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Jaksa Agung, Rabu (28/3) kemarin, berbuntut panjang. Pasalnya, saat menyinggung kasus penipuan biro travel dan umroh, ia melontarkan ujaran kasar yakni 'bangsat'.

Tak pelak, cacian ini mendapat sorotan dari pelbagai lapisan masyarakat yang berasal dari perguruan tinggi Islam dibawahi Kemenag, serta jajaran tenaga pendidik. Sebagai publik figur, Arteria dianggap tak pantas melayangkan ujaran tersebut meskipun niatnya untuk mengkritik kinerja pemerintah.

Tak tanggung-tanggung, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abdul Haris Al Muhasibiy turut mengkritisi pernyataan Arteria. Melalui sajak puisi yang ditulisnya, ia mengingatkan agar para pejabat negeri ini berhati-hati dalam memilih diksi yang tepat dalam melayangkan kritikan.

Ia pun mengatakan, siapapun berhak mengeluarkan kritik, asalkan tidak menyakiti sesama lainnya, apalagi merendahkan institusi.

Berikut ini sajak puisi rektor UIN Malang yang diterima di Jakarta, Kamis (29/3).

PEJABAT PUBLIK, Hati-hati Pilih Diksi Jangan Menyakiti

Negeri Republik ini.

Sudah muak dengan diksi.

Hujatan yang menyakiti hati.

Bahkan telah remehkan institusi.

Apalagi lembaga yang mengurus religi.

Sungguh tidak pantas untuk dikhianati.

Dengan dikatakan "bangsat" sungguh tak etis sekali.

 

Kalau saja bisa diubah.

Katakan dengan bahasa beretika.

Bolehlah mengkritik dengan niat yang lega.

Siapa saja tidak ada halangan untuk berbeda.

Bahkan anggota dewan yang terhormat harus beri uswah.

Berbicara dan berkata yang bisa beri contoh untuk bangsa.

Kuatir saja warganegara menjadi sangat marah.

Merasa kehilangan figur-figur bisa berkata indah.

 

Kemenag milik bangsa semua.

Menjadi modal yang punya sejarah.

Realisasi terimakasih negara kepada umat beragama.

Partisapi dalam memperjuangkan Indonesia Merdeka.

Jadi Kementerian Agama bukan bangsat seperti yang dikira.

Hati-hati jangan diulang lagi sampai yaumil qiyamah.

 

Bravo Kemenag RI.

Lembaga ciptakan damai.

Kami sangat-sangat menghormati.

 

Malang, 29-03-2018

'Abd Al Haris Al Muhasibiy

Recent Posts

Duga Ada Gembong Besar di 4 Kasus Penyelundupan Narkoba, Legislator: Ada Apa Dengan Lapas?

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Pareira menduga ada aktor besar…

3 jam yang lalu

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM

MONITOR, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem…

7 jam yang lalu

Cegah Judi Berkedok Permainan Anak, Legislator Dorong Evaluasi Semua Izin Arena Arkade

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap…

13 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Kerja Sama Manufaktur Konkret dengan Belarus

MONITOR, Belarus - Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah…

14 jam yang lalu

Mahfuz Sidik Bekali Anggota DPRD Partai Gelora Seni Komunikasi dan Strategi Politik Hadapi Pemilu 2029

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan pentingnya kemampuan…

14 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Sekadar Ubah Jalur Penjualan Komoditas

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengingatkan agar kebijakan ekspor…

15 jam yang lalu