MONITOR, Jakarta – Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Jumain Appe menjelaskan bahwa model pengembangan klaster inovasi berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD) merupakan upaya mendorong kolaborasi dan sinergi peran serta fungsi para aktor inovasi di daerah dalam upaya mengembangkan potensi lokal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, perguruan tinggi dapat menjadi pusat unggulan yang menghasilkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri di daerah tempat perguruan tinggi tersebut berada.
"Perguruan Tinggi harus menjadi agent of region economic development," tegas Jumain, Jakarta, Senin (26/3).
Tidak hanya Jumain, hal serupa pun dilontarkan oleh Kepala Atrsiri Research Center (ARC), Syaifullah Muhammad, salah satu penerima hibah Program Pengembangan Klaster Inovasi pada tahun 2017. Ia mengakui, kehadiran ARC sangat penting untuk memperkuat subsistem agroindustri di Aceh terutama nilam.
"Pada tahun 2017 ARC mendapatkan bantuan pendanaan riset dari Program Pengembangan Klaster Inovasi Kemenristekdikti sebesar 1,69 milyar rupiah untuk inovasi industri nilam di Aceh," ujar Syaifullah.
Syaifullah menambahkan, dirinya bahkan meyakini adanya inovasi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, akan mengurangi tindak kriminal di Aceh, salah satunya akan mengurangi penanaman ganja.
MONITOR, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani,…
MONITOR, Serang — Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang menggelar Seminar Nasional…
MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha…
MONITOR, Jakarta - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berjalan lancar. Hingga Jumat…
MONITOR, Jakarta - Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, secara resmi membuka kegiatan Pekan Kreatif Nusantara (PKN)…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali memperoleh pengakuan di kancah internasional dengan masuk…