MONITOR, Jakarta – Tidak ada yang salah dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang kembali dilakukan PT Pertamina sebesar Rp200 per liter bila dilihat secara bisnis.
Demikian disampaikan Politikus Demokrat Ferdhinand Hutaheaean saat dihubungi MONITOR, Minggu (25/3).
"Secara bisnis kenaikan Pertamina, harga BBM tersebut sudah benar dilakukan penyesuaian oleh Pertamina," kata Ferdhinand.
"Karena pertamina secara bisnis harus menjaga kelangsungan usaha dimana pemerintah tidak lagi memberikan subsidi BBM," tambahnya.
Justru yang aneh kemudian, sambung dia, sikap pemerintah yang terkesan bermain-main dengan kepercayaan publik alias tidak jujur. Sebab, kata Ferdhinand, disatu sisi pemerintah menyatakan tidak akan menaikkan harga BBM dan Listrik hingga 2019, yang dimaksud pemerintah di sini adalah BBM premium dan solar.
"Namun ironinya produk ini sulit didapat di Pasar, sehingga kita melihat bahwa pemerintah sedang beretorika dan mempermainkan nalar masyarakat,"ujar dia.
"Untuk apa bicara BBM tidak dinaikkan padahal barangnya tidak ada atau tidak dijual pemerintah ke rakyat?, kenapa tidak umumkan saja bahwa pemerintah menurunkan harga BBM tapi produknya tidak didapat di Pasar? Itu kan lebih baik untuk pencitraan," pungkasnya.
MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…
MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…
MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…
MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan…