MONITOR, Jakarta – Kinerja Dirut Tranjakarta Budi Kaliwono disorot. Pasalnya sampai tahun ini, transjakarta hanya mampu membawa penumpang 500 ribu orang perhari. Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan pengguna kendaraan pribadi yang mengunakan roda dua dan empat yang jumlahnya mencapai 7 juta perhari.
"Dari data yang kami miliki ternyata kehadiran bus tranjakarta belum mampu maksimal mendorong masyarakat agar beralih meggunakan moda transportasi pribadi ke moda transportasi massal,"ujar Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) Muhlis Ali kepada MONITOR lewat sambungan teleponnya, Minggu (25/5)
Diungkapkan Muhlis, saat PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) belum menjadi PT, dan masih UPT kemudian menjadi BLU, pencapaian penumpang mereka ada di kisaran 350 ribu penumpang per hari. Padahal total armada yang beroperasi kurang dari 500 bus.
Kemudian, busway hanya eksklusif beroperasi di dalam koridor serta tidak ada gratis-gratisan. Namun, mengapa setelah saat ini menjadi PT dengan armada sebanyak 1.400 bus, dan beroperasi di seluruh area menggantikan trayek angkutan umum eksisting, serta banyak penugasan sosial/gratis hanya mampu menggaet penumpang 500 ribu per hari.
“Harusnya Transjakarta dapat mencapai angka penumpang dua sampai tiga kali lipat dari yang sekarang, yakni 1 hingga 1,5 juta penumpang,” tegas Muhlis.
Lebih lanjut, Muhlis berharap informasi yang sampai ke Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno mengenai Transjakarta, adalah informasi yang benar. Sehingga bukan hanya informasi asal bapak senang.
Penambahan penumpang Transjakarta sekitar 150 ribu per hari dari 350 ribu penumpang sebaiknya di breakdown atau dilakukan perincian detail, mulai dari berapa persen dari kendaraan pribadi, dan berapa persen yang hanya pindah dari sesama angkutan umum. Selanjutnya, dihitung berapa persen juga yang bayar dan berapa persen yang gratis.
Tentu semua orang akan setuju dan mengakui Transjakarta berprestasi, apabila berhasil memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke busway. Dengan kata lain, Transjakarta sukses apabila secara agregat persentase pengguna angkutan umum naik.
“Bukan seperti sekarang, dengan 1.400 bus kok hanya 500 ribu penumpang. Ngaku prestasi pula,” ketusnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono mengklaim jumlah penumpang bus Transjakarta telah mencapai 502.389 per hari.
Menurutnya, prestasi ini memotivasi Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.
Dengan pembukaan rute baru, integrasi moda transportasi, dan konektivitas.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang mengandalkan layanan Transjakarta,” kata Budi.
Budi menjelaskan, ada sejumlah faktor yang merealisasikan penambahan pelanggan, yakni penambahan jumlah bus yang beroperasi, perluasan rute, dan implementasi program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OK Otrip.
Saat ini, Transjakarta memiliki 13 koridor, 113 rute, dan lima rute OK Otrip. Transjakarta juga membuka dua halte di koridor 13, yakni halte Swadarma dan JORR.
MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan kunjungan kerja ke sentra…
Oleh: Akhmad Sururi(Plt. Sekretaris Jenderal DPP FKDT) Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…
MONITOR, Tangerang Selatan - Ikatan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (IKALUIN) memberikan IKALUIN Award 2026…
MONITOR, Kediri – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH. Fahim Royani,…