MONITOR, Jakarta – Menjelang Pemilihan Presiden 2019, Presiden Joko Widodo mendapat ancaman serius dari pendukungnya yang ramai-ramai akan meninggalkannya. Mereka adalah para aktivis yang tergabung dalam Pro Demokrasi (ProDEM) dan Kordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) belum lama ini.
Menanggapi hal itu, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Maruarar Sirait menilai hal tersebut merupakan sesuatu hal yang wajar karena politik sifatnya dinamis.
“Gak apa-apa dong. Kan ada yang datang dan ada yang pergi kan wajar dalam demokrasi. Dulu juga Golkar mendukung Prabowo, PPP juga dukung Prabowo, kan ga apa-apa,” kata Maruar di Hotel Sultan, Kawasan Senayan, Jakarta, (23/3).
Menurutnya, dalam menentukan sikap dan arah dalam berpolitik memang setiap individu atau kelompok mempunyai hak dan kebebasan dalam berdemokrasi.
“Demokrasi itu sangat dinamis. Itu wajar. Anda hari ini di kantor media mana terus besok bisa pindah-pindah juga kan gitu. Jadi wajar saja,” ujarnya.
Ia menegaskan, kalau saja belakangan ini beberapa relawan pendukung Jokowi menarik dukungan, maka jangan dianggap sebagai sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan.
Pasalnya, NKRI dibangun atas dasar demokrasi, oleh sebab itu harus dijaga demokrasi itu dan harus dihormati.
“Kita menghormati pilihan. Ini bukan soal khawatir, karena pilihan demokrasi itu adalah pilihan yang sangat independen. Jadi orang berhak memilih dia ada dimana, inilah negara demokrasi.” tandasnya.
“Pendukung Jokowi dulu tentu punya pilihan akan tetap mendukung Jokowi atau tidak, pendukung Prabowo juga apakah tetap mendukung Jokowi atau tidak itu pilihan,” pungkasnya.
MONITOR, Kediri – Forum bedah buku dalam rangka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar…
MONITOR, Depok – Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal kehidupan…
MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan kunjungan kerja ke sentra…
Oleh: Akhmad Sururi(Plt. Sekretaris Jenderal DPP FKDT) Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…