Categories: BISNISEKONOMI

Soal OTT Berkeadilan, Pemerintah Bakal Kejar Pajak Produk Luar Negeri

MONITOR, Jakarta – Layanan Over The Top, atau yang biasa disingkat OTT kian populer di tengah masyarakat, sebut saja Whatsapp, Facebook, dan berbagai layanan informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet telah digunakan untuk menunjang komunikasi sehari-hari.

Disebut OTT, lantaran layanan tersebut diakses melalui jaringan internet, atau "menumpang" jaringan milik sebuah operator telekomunikasi.

Belakangan muncul pertanyaan, bagaimana komitmen pemerintah terhadap ekosistem teknologi informasi dan komunikasi nasional? mengingat masuknya OTT asal luar negeri kian tak terbendung. Lalu bagaimana pemerintah mengatasinya?

Menjawab hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menerangkan, saat ini pemerintah tengah penyiapkan regulasi untuk OTT, termasuk kaitannya dengan perpajakan. Menurutnya, sistem tata perpajakan yang baik juga sebagai jalan untuk mendorong regulasi OTT yang berkeadilan.

"Kita sedang siapkan regulasinya. Google bayar pajak, tapi yang pasang iklan di Google juga harus bayar pajak. Ini akan jadi sistem tata perpajakan yang baik," kata Rudiantara dalam seminar nasional Sekar Telkom bertajuk "Mendorong Regulasi OTT yang Berkeadilan" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (22/3).

Pasalnya, kata Rudi, untuk mendorong perkembangan OTT lokal, tidak dapat dipaksakan agar masyarakat menggunakan produk lokal. Cara lain untuk mendukung perkembangan produk nasional yakni dengan menciptakan aturan yang berpihak kepada produk nasional agar bisa bersaing dengan produk luar negeri.

"Kita bicara regulasi OTT yang berkeadilan, kita tunutut orang. Kita sendiri bagaimana? Siapa yang memakai WhatsApp? Siapa yang memakai massenger lokal? Saya sendiri memakai messanger," tuturnya.

Lebih jauh, kebijakan yang tengah digodok pemerintah tersebut, tegas Rudi, akan menjadi keberhasilan Indonesia untuk membuat Google membayar pajak kepada negara. "Tidak lebih dari 10 negara di dunia yang berhasil bikin Google bayar ajak. Ini usaha saya berdua dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, kita beresin sama-sama. Agar kita punya keyakinan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar," tegasnya.

Recent Posts

Prof Rokhmin: Tinggalkan Ekonomi Bahan Mentah, Masuk Era Innovation-Based Blue Economy

MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…

27 menit yang lalu

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…

14 jam yang lalu

Kemenag Satukan Organisasi Profesi Guru Lintas Agama dalam Satu Konfederasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…

14 jam yang lalu

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

1 hari yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

2 hari yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

2 hari yang lalu