Categories: NASIONALPOLITIK

Bukan Arogan, Ini Kata Fahri Hamzah Soal Sikap Pemerintah Tanggapi Kritik

MONITOR, Jakarta – Berbagai kritik menghujam pemerintah belakangan ini, terlebih usai Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjawab kritik politis senior Amien Rais terkait 'sertifikat tanah'.

Jawaban Luhut tersebut dinilai sejumlah kalangan mencerminkan arogansi pemerintah dalam menanggapi kritik.

Berbeda dengan anggapan-anggapan itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, sikap yang ditunjukkan Menkomaritim tersebut bukan sebagai bentuk arogansi, melainkan cermin pemerintah yang tidak tahan dengan kritik.

"Bukan arogan, kupingnya kurang tebal. Maksudnya itu dia enggak tahan dengar kritik. Kalau anda jadi eksekutif itu kerjaan hari-harinya itu tahan pada kritik dengan cara punya sistem," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3).

Harusnya, lanjut Fahri, ketika mendapatkan kritik, pemerintah harus menerimanya dengan baik, pasalnya baik muncul dari tokoh maupun masyarakat, kritikan dapat menjadi bahan evaluasi pihak pemerintah.

"Memang teorinya begitu, tugas pemerintah adalah menjelaskan. Tugas dari yang di luar pemerintah ya mengkeritik," tutur Fahri.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPR bidang kesejahteraan ini pun menyarankan pihak pemerintah agar lebih terbuka mengenai tugas pokok dan  proyek-proyek yang dalam pengerjaan. Tentunya keterbukaan itu juga harus disertai dengan data-data dari negara yang relevan, sehingga dapat mencegah isu-isu yang dinilai hoaks atau tidak benar.

“Kalau anda enggak bisa ngomong rakyat memproduksi hoaks. Kalau negara memproduksi hoaks kita enggak bisa ngomong rakyat memproduksi hoaks. Kalau negara memproduksi hoaks tambah banyak lagi hoaks di luar. Karena itu dia harus ngomong dengan data-data,” tandasnya.
 

Recent Posts

Prof Rokhmin: Tinggalkan Ekonomi Bahan Mentah, Masuk Era Innovation-Based Blue Economy

MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…

38 menit yang lalu

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…

14 jam yang lalu

Kemenag Satukan Organisasi Profesi Guru Lintas Agama dalam Satu Konfederasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…

14 jam yang lalu

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

2 hari yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

2 hari yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

2 hari yang lalu