Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Terancam Bermasalah, Anies Diminta Cermati Pembangunan PLTsa Bantar Gembang

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta mencermati proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) Bantar Gebang, Jawa Barat (Jabar). Pasalnya, proyek hasil kerjasama Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan Badan Pengkajian Penerapan Tekhnologi (BPPT) itu, berpotensi bermasalah.

Pengamat kebijakan publik, Amir Hamzah mengatakan, persoalan yang akan muncul dalam pembanguban PLTsa Bantar Gebang tersebut salah satunya terkait lahan yang akan digunakan.

Amir menyebut, lahan 10,5 hektare yang akan digunakan DLH untuk membangun PLTSa Bantar Gebang, merupakan lahan milik PT Gondang Tua yang merupakan salah satu perusahaan pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantar Gebang dengan sistem Sanitary Landfill.

"Pertayaannya adalah mau tidak PT Gondang Tua lahanya dipakai," ungkap Amir kepada MONITOR, Rabu (21/3).

Kata Amir dari 10,5 hektare lahan yang akan di gunakan pembangunan PLTsa, 8 hekatare,  sudah ter Setifikasi Hak Milik (SHM),  sisanya, 2,5 hektare, sedang peningkatan status dari Akta Jual Beli (AJB) ke SHM.

Amir pun mempertanyakan soal Memorandum of Understanding (MoU)  tentang Pengkajian, Penerapan, dan Pemasyarakatan Teknologi untuk Mendukung Pembangunan yang ditandatangani Anies dan BPPT pada Desember 2017 lalu.

Dalam MoU tersebut disepakati kalau untuk pelaksanaan pilot project PLTSa di TPST Bantar Gebang, biaya proyek disediakan BPPT, sementara lahan disediakan Pemprov DKI.

"Pertanyaan berikutnya adalah, seperti apa rancangan kerja sama yang telah dibuat DLH untuk merealisasikan proyek ini, dan lahan yang mana yang akan digunakan untuk pembangunan PLTSa TPST Bantar Gebang, karena tadi yang saya sebutkan lahan yang akan digunakan diketahui milik PT Godang Tua," pungkasnya.

Recent Posts

Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Apresiasi Dedikasi Petugas dan Tegaskan Penguatan Kualitas Layanan

MONITOR, Tangerang - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas…

1 jam yang lalu

Waka DPR Cucun Minta Pelaku Penyekapan Perempuan Dihukum Berat, Dorong Polri Tingkatkan Keamanan Warga

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta agar pelaku kasus penyekapan…

1 jam yang lalu

Pemadaman Listrik Bergilir Masih Pelik, Legislator Minta Pejabat yang Bertanggung Jawab Mundur!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kembali meminta PT PLN (Persero)…

1 jam yang lalu

DPR Minta Agar Ketersediaan Solar dan Pupuk Subsidi Jadi Prioritas Program Pemerintah Tahun 2027

MONITOR, Jakarta - Berbagai kementerian/lembaga meminta tambahan anggaran untuk program Pemerintah di tahun 2027. Di…

1 jam yang lalu

Apakah MBG Indonesia Sama dengan Program Makan Gratis Jerman Pasca Perang Dunia II?

Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional Prodi Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Makan…

2 jam yang lalu

Kemnaker dan Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dan PT Huawei Tech Investment…

4 jam yang lalu