Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Zulkifli Hasan sanjung kinerja Menteri Pertanian

MONITOR, Serpong – Kementerian Pertanian tahun 2018 telah mencanangkan tahun perbenihan dimana pemerintah fokus kepada tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekspor tergolong tinggi. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya, ketika melantik pengurus Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI).

Kepengurusan Dekopi sendiri diketuai langsung Menteri Pertanian periode 2004-2009, Anton Apriantono. Sebelumnya,  Dekopi telah dideklarasikan di Yogyakarta pada akhir tahun 2017.

Seperti diketahui,  kopi Indonesia sendiri sebetulnya telah terkenal kualitasnya di mancanegara. Seperti yang telah dikemukakan oleh Menteri Amran dalam sambutannya di acara tersebut, dirinya sedikit berbangga bahwa kopi asli Indonesia sudah dikenal dan memiliki branding tersendiri di level dunia. Hal tersebut telah dirasakannya ketika mengikuti pertemuan multilateral di Kolombia beberapa waktu silam.

"Kita harus dorong bersama karena kopi kita lagi disenangi dunia, ke depan  bila kita upayakan agar masuk urutan pertama produksi (kopi). Nah kuncinya adalah aspek kelembagaannya kita perbaiki,  akses ke perbankannya dan supply chainnya juga kita perbaiki dan yang tidak kalah penting produktivitasnya harus kita angkat," jelas Amran.

Amran sendiri berharap bahwa organisasi Dekopi ini benar-benar mampu bersinergi dengan pemerintah agar mampu meningkatkan produksi kopi Indonesia serta mensejahterakan petani kopi itu sendiri. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pertanian langsung memberikan bantuan berupa 11 juta batang pohon kopi untuk petani dan akan terus ditingkatkan di tahun depan. Lebih lanjut lagi Dekopi serta stakeholder yang terlibat akan dikumpulkan oleh Menteri Pertanian di bulan ini untuk merumuskan pengembangan kopi Indonesia.

"Minggu depan kami ingin bertemu eksportirnya, petani-petanj unggul, bila perlu langsung MoU," tegasnya lebih lanjut. 

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang lebih suka disebut pencinta kopi dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi tersendiri kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Zulkifli yang turut menyaksikan pelantikan pengurus Dekopi menilai Menteri Amran merupakan salah satu dari dua Menteri di era Presiden Jokowi-JK yang terbilang cemerlang.

"Pak Menteri kita ini saya menilai dari seluruh menteri kabinet ada dua menteri yang paling hebat, satu Menteri Pertanian, satu lagi Menteri PU, kalau saya bertemu presiden pasti (saya) sampaikan," terang Zulkifli.

Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan bagaimana terobosan-terobosan di bidang pertanian yang telah diinisiasi oleh Kementerian Petanian di bawah Menteri Amran. "Dulu saudara-saudara,  kita kalau bertani itu butuh waktu yang panjang, tapi dengan Pak Amran membantu cangkul diganti mesin untuk olah tanah, yang metik padi biasanya pakai anai telah diganti dengan mesin, yang menanam biasanya satu-satu juga telah diganti dengan mesin. Jadi dulu untuk mengerjakan 1 ha petani bekerja satu bulan  sekarang cukup bekerja 10 hari, Nah 20 harinya kemana, mengisi waktu 20 hari pak menteri nya kreatif, petani mendapatkan penghasilan tambahan karena dibantu bibit jagung, jadi di sela-sela waktu tanam jagung, luar biasa pak menteri," terang Zulkifli.

"Sekarang dikasih lagi bibit lada, bibit kopi, ternak, saya kira jika jalannya sesuai kita tempuh,  insyaallah petani kita akan sejahtera," sambung Zulkifli penuh optimis.

Sebelumnya, Anton Apriantono selaku Ketua Pengurus Harian Dekopi berharap Dekopi dapat bersinergi positif dengan pemerintah dalam pengembangan kopi Indonesia. Anton melanjutkan Dekopi berkomitmen menjadi partner yang baik bagi pemerintah dan pengusaha perkopian. Bersama pemerintah, Dekopi akan mencoba merumuskan permasalahan perkopian dan memberikan masukan-masukan bagi pemerintah. 

Setelah melantik pengurus Dekopi, Menteri Amran menjelaskan mekanisme pengembangan kopi tanah air yang pada intinya memperbaiki rantai pasok. Setelah berhasil dengan pengembangan jagung tanah air, Amran akan meng-'copy' kebijakan yang selama ini dijalankan pada komoditas jagung.

"Role model nya adalah seperti yang telah diterapkan pada komoditas jagung, dulu 41 importir jagung, sekarang sudah ekspor, sekarang tinggal kita dorong. Nah sekarang ada 41 eksportir (pada kopi), tinggal kita dorong. Bayangkan impor saja kita rubah jadi ekspor, apalagi sudah ekspor," terang Amran. 

"Tahun ini saja Bibit unggul kami siapkan 11 juta bibit dengan pupuk gratis, kami titip anggaran untuk bibit keseluruhan di sektor perkebunan sekitar 1 triliyun untuk 2018," tutup Amran.

Recent Posts

Apresiasi Prabowo, Komnas Haji: Tata Kelola Haji Makin Progresif dan Berpihak pada Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komisi Nasional Haji (Komnas Haji) menyampaikan apresiasi atas komitmen dan langkah…

1 jam yang lalu

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM Awal 2026, MiniesQ Sukses Tembus Ritel Modern Usai Kantongi Halal

Jakarta – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran UMKM sebagai pilar ekonomi nasional dengan memfasilitasi 1.346…

3 jam yang lalu

Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, Kopi Indonesia Amankan Kontrak Baru Senilai Rp255 Miliar

MONITOR, Roma – Produk kopi Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar global setelah PT ALKO…

4 jam yang lalu

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Resmi Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

MONITOR, Bekasi – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I…

4 jam yang lalu

Tambang Tumbuh Pesat, Rakyat Tetap Miskin: Sudah saatnya Kita Mengoreksi Arah Kebijakan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyoroti paradoks serius dalam pengelolaan…

4 jam yang lalu

Kasetum TNI Buka Rakornisset 2026 di Depok, Tekankan Inovasi dan Efisiensi Kesekretariatan

MONITOR, Depok – Kepala Sekretariat Umum (Kasetum) TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan resmi membuka Rapat…

5 jam yang lalu