Categories: BISNISEKONOMI

Dirut Pertamina Gembleng Karyawannya Menuju Perusahaan Kelas Dunia

MONITOR, Jakarta- Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik berpesan kepada anakbuahnya agar tidak besar kepala dengan kondisi perusahaan. Ia menegaskan bahwa target sebagai perusahaan berkelas dunia bukanlah sekedar wacana, namun harus menjadi kenyataan.

"Pencitraan itu boleh saja, tapi realisasi jauh lebih penting," kata Elia Massa Manik saat membuka acara penghargaan inovasi internal perusahaan di Jakarta, Senin (12/3).

Pasalnya, lanjut Elia, Pertamina merupakan industri yang bergerak pada bisnis berisiko besar, utamanya dalam hal investasi. Selain itu, sektor ini juga membutuhkan modal yang besar, oleh karena itu memiliki total pendapatan yang besar bukanlah tujuan akhir Pertamina.

"Kita bergerak dalam bisnis minyak dan gas bumi, seluruh dunia tahu bahwa keuntungan pendapatan memang di ranah besar, seharusnya tidak kaget dan bukan itu tujuannya, melainkan bagaimana mempertahankan pendapatan tersebut," katanya.

Ia mencontohkan, perusahaan serupa di negara tetangga secara teknologi lima tahun lebih maju dari Indonesia, bahkan ada yang 13 tahun. Maka Pertamina bukan hanya soal meraih level tinggi tetapi juga mengejar ketertinggalan.

Dirut Pertamina ini juga menegaskan, untuk dapat mencapai hal tersebut, selain inovasi setiap perusahaan haruslah memiliki kriteria yang menjadi tolak ukur. Dimana Pertamina sendiri telah memiliki delapan program kriteria yang harus dijadikan target setiap jajaran direksi. Apabila delapan kriteria tersebut dapat dicapai maka perusahaan berkelas dunia dapat disandang oleh Pertamina.

Kedelapan Program Prioritas Direktorat Pengolahan tersebut, yaitu Personal Safety Of Workspace, Environmental Compliance, Refining Availability, Profit Margin, Maximizing Product, Energy Efficiency & Reduce Losses, Producing High Quality, People Development.

Elia menambahkan, delapan agenda prioritas tersebut layaknya sebuah `rambu' bagi Pertamina dalam melakoni bisnis di industri migas. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya interproteksi antara setiap butir delapan prioritas, serta peran seorang pemimpin di setiap fungsi dalam mendukung penerapan agenda prioritas tersebut.

"Insan Pertamina jangan malas, belum mikir panggil konsultan, pencitraan perlu tapi realisasi lebih penting," ungkapnya yang disabut gemuruh tepuk tangan pekerja Pertamina.

Recent Posts

Prof Rokhmin: Tinggalkan Ekonomi Bahan Mentah, Masuk Era Innovation-Based Blue Economy

MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…

6 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…

19 jam yang lalu

Kemenag Satukan Organisasi Profesi Guru Lintas Agama dalam Satu Konfederasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…

19 jam yang lalu

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

2 hari yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

2 hari yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

2 hari yang lalu