Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Nihil, Realisasi Janji Perda Bersyariah Anies-Sandi

MONITOR, Jakarta – Salah satu janji kampanye Gubernur Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang digembar-gemborkan saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu adalah penerapan Peraturan Daerah (Perda) berdasarkan ajaran agama atau dikenal dengan perda bersyariah. Kini, genap 100 harı lebih pemerintahan Anies-Sandi menjalankan roda pemerintahan provinsi DKI Jakarta, bagaimana penerapannya?

Aktivis Relawan NU (RelaNU) KH Taufik Damas mengatakan Perda Syariah di Jakarta tidak akan ada, adapun janji Anies-Sandi menurutnya hanya kampanye politik saja. 

“Menurut saya, Ketika keadilan kehidupan masyarakat di Negara ini sudah berjalan, maka syariah itu sudah berjalan. Bagi kami orang NU, berbicara  substansi syariah berjalan sesuai 5 kerangka hukum.,” katanya saat mengisi acara diskusi Forum Nasional Jurnalis Indonesia(FNJI) "100 Hari Anies Sandi” di Aula Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat. (7/2).

“Kita mencontoh nabi Muhammad. SAW, Nabi sangat menghargai perbedaan bahkan sampai terciptanya piagam madinah kala itu. Kita harus melihat Syariah Islam sekarang secara ilmiah secara konferhensif yang betul betul objektif. acuan keadilan sosial, acuannya pada kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak boleh kebijakan kebijakan pada pihak tertentu,” tegasnya. 

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni mengatakan tema syariah terbesar sangat profokatif terlebih pancasila itu sudah sangat komplek karena pada sila pertama sudah membahas tentang "Ketuhanan yang Maha Esa”.

“Jadi sudah pasti berbicara syariah bagi umat Islam khususnya. Saya sepakat kalau itu diperjuangkan pada nilainya, bukan pada kampanye politik seperti saat ini," katanya. 

Persaudaraan Alumni 212 Ustadz Aminuddin memiliki pendapat berbeda. Aminudin menyebut semua pihak yang membela pancasila, semangat mensyariahkan Jakarta serta bagaimana memperjuangkan NKRI hares didukung.

"Jadi untuk mewujudkan syariah ini tidak masalah di Jakarta, yang penting Ulama, Ormas, DPRD Jakarta, serta masyarakat Jakarta mendukung. ya sah sah saja syariah Islam di jalankan di Jakarta,” katanya.

Recent Posts

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

18 jam yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

2 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

2 hari yang lalu

Jangan Sampai Indonesia Punya 97,5 Juta Hektare Kawasan Konservasi yang Hanya Hidup di Atas Peta

MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…

2 hari yang lalu

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…

3 hari yang lalu