MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Amir Syamsudin angkat bicara terkait nama ketua umum Partai Demokrat yang juga mantan Presiden SBY disebut dalam sidang mega korupsi e-KTP.
Menurut mantan menteri Hukum dan HAM itu, keterangan Mirwan Amir di depan sidang EKTP adalah keterangan/kesaksian palsu dalam upaya menghindarkan keterlibatan dirinya sendiri yang memang terindikasi terlibat.
“Dia berusaha mengalihkan perhatian dengan menyampaikan keterangan atau kesaksian palsu dengan berkhayal seolah pernah berdiskusi soal EKTP dengan SBY. Satu hal yang pasti kebohongan besar,” kata Amir Syamsudin dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (27/1/2018).
Amir menambahkan, tidak mungkin seorang Mirwan Amir punya kesempatan berbicara langsung dengan SBY.
“Pasti ini adalah kebohongan yang bermotif politik dan perlu diusut sebagai tindak pidana memberikan kesaksian palsu di depan hakim di sidang pengadilan,” tegasnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…