Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Sandiga Ultimatum Kemendag terkait Kebijakan Impor Beras

MONITOR, Jakarta – Rencana pemerintah pusat yang akan mengimpor beras untuk mengatasi kenaikan harga beras, cukup mengagetkan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno. Sandi mengaku khawatir adanya impor beras tersebut bisa berdampak pada ketidakstabilan harga beras.

"Saya khawatir nanti ada distorsi harga," ungkap Sandi, di Balaikota, Jumat (12/1).

Sandi mengaku, pihaknya sudah mendapatkan laporan bahwa akan ada impor beras sebanyak 500 ribu ton. Dari angka sebesar itu, kata dia, sudah ada 100 ribu hingga 120 ribu ton beras yang masuk ke Indonesia. Angka itu menurut dia sangatlah besar.

Sandi pun memahami, bahwa impor itu dilakukan karena disinyalir minimnya suplai beras dan tidak lancarnya distribusi beras.

Namun dia sangat ingin membuat suplai beras untuk warga ibukota tercukupi. Karenanya, Sandi meminta Kementerian Perdagangan untuk melibatkan Pemprov DKI dalam hal distribusi salah satu kebutuhan pokok masyarakat itu.

"Kita ingin dilibatkan, Pemprov DKI dan BUMD DKI ingin dilibatkan. Karena kita tidak ingin membanjirnya suplai yang rencananya masuk ke Jakarta 100 ribu akan mengakibatkan distorsi harga. Jadi kita ingin harga stabil. Kasihan petani, kasihan pedagangnya kalau harga tiba-riba (harga) anjlok. Jadi itu yang kita sikapi. Kita ingin semua ikut saling membantu," tegasnya.

Konkretnya, lanjut politisi Partai Gerindra ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melibatkan Food Station dan PD Pasar Jaya.

"Karena nanti ini outletnya juga melewati Pak Arief (Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin). Jadi kalau kita ga ada koordinasi, susah. Ini yang kita sampaikan, jangan hanya kita dipakai untuk sebagai bemper di depan. Tapi kita mau dilibatkan," tekan Sandi.

Sandi pun mengaku sejauh ini sudah menghubungi Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Amran pun katanya sangat mendukung ide tersebut.

"Kita tunggu langkah-langkah Pak Amran untuk merangkul kami. Karena ini butuh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Itu yang kamu harapkan. Jangan sampai kita tidak berkoordinasi, jangan sampai kita memberatkan warga dan pedagang kecil," pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

8 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

9 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

1 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

2 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

2 hari yang lalu