Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Dengan Mekanisasi, Panen Padi di Suak Tapeh Banyuasin Lebih Efisien

MONITOR, Banyuasin
Panen padi di Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin Sumatera Selatan, telah berlangsung sejak akhir Desember 2017 hingga hari ini. 

Berdasarkan laporan Korlap Kec. Suak Tapeh, Muchtaridi, lokasi panen hari ini (2/1) berada di Gapoktan Suak Tapeh Jaya Desa Lubuk Lancang, dengan luas panen hingga hari ini seluas 43 Ha dari potensi panen seluas 876 Ha. 

Sementara total luas sawah di Kecamatan Suak Tapeh seluas 1.068 Ha. Varietas yang dipanen adalah Ciliwung dengan rata-rata hasil panen mengunakan Combine Harvester cukup tinggi mencapai 5 ton/Ha GKP. 

Panen padi dengan menggunakan combine harvester lebih cepat dan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga kerja serta menekan kehilangan hasil.

Selain itu, Muchtaridi melaporkan bahwa pada musim panen ini keberadaan hama tikus mengancam sawah petani yang siap panen. Ditambah lagi intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan sawah tergenang air cukup tinggi.

Kondisi tersebut mengharuskan petani berpacu dengan waktu untuk menentukan waktu panen yang tepat.

"Bila air surut, kita  langsung turunkan combine harvester untuk memanen padi. Kalau dilakukan secara konvensional sulit kita memanen dalam skala luas dengan waktu yang singkat. Dengan menggunakan combine havester panen sawah 1 Ha hanya membutuhkan waktu 5 jam," kata Muhtaridi.

Sebagaimana laporan tertulisnya, Prof. Dr. Risfaheri sebagai Penjab Upsus Banyuasin, mengatakan bahwa penerapan full mekanisasi di lahan pasang surut menjadi suatu keharusan mulai dari mengolah tanah, menanam sampai dengan panen. 

Selain lahan yang dimiliki petani relatif luas 2-6 Ha per KK, tenaga kerja terbatas dan mahal disana. Perubahan cuaca dan kondisi pasang surut mengharuskan petani harus dapat mengantisipasinya, baik ketika mau menanam maupun pada saat panen. 

"Pada saat sawah tergenang dan pasang, kita tidak mungkin menurunkan alsintan ke sawah," jelas Risfaheri.

"Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan sarana prasarana alsintan yang cukup memadai, pembuatan tanggul dan perbaikan tata air di lahan pasang surut, sehinga kendala kendala tersebut dapat diatasi," imbuhnya.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

14 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

15 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu