Categories: EKONOMI

Inilah BUMN yang Merugi pada Tahun 2017

MONITOR, Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan jumlah perusahaan yang merugi atau mengalami defisit pada akhir tahun 2017 menurun sebanyak 13-14 perusahaan, dibanding pada semester awal 2017 sebanyak 24 BUMN.

"Kami terus berupaya menurunkan jumlah BUMN rugi. Satu per satu kami kaji apa penyebab kerugian perusahaan," kata Menteri Rini.

Pembahasan masalah BUMN rugi, menurut Rini, sudah menjadi salah satu agenda pembahasan pada Rakor CEO yang diikuti 115 dirut BUMN, selain agenda antara lain mendukung pencapaian tujuan pembangunan khususnya investasi (capex) BUMN, akselerasi proyek strategis nasional dalam rangka mendorong konektivitas, kapasitas dan daya saing.

Rini menjelaskan, faktanya ada BUMN yang merugi sudah puluhan tahun karena kalah bersaing di pasar. Ada juga BUMN yang mengalami kerugian karena ketidakmampuan manajemen untuk mencetak laba.

Meski pun Kementerian BUMN sudah menempuh beberapa langkah langkah strategis ke depan, namun Rini memprediksi sampai akhir tahun masih terdapat BUMN yang rugi seperti PT Garuda Indonesia,  PT Krakatau Steel,  PT Kertas Leces,  PT Dirgantara Indonesia dan PT Merpati Nusantara Airlines.

"Masing-masing BUMN tersebut penangaannya berbeda-beda, sesuai dengan karakter dan kapasitas perusahaan," katanya.

Menteri BUMN pun memberikan gambaran bahwa total rugi BUMN pada 2013 mencapai Rp 13 triliun. Kemudian pada 2016 kerugian sekitar Rp 5 triliun dan diperkirakan pada 2017  kerugian sekitar Rp 4 triliun.

Berdasarkan catatan Kementerian BUMN, ada dua BUMN dengan rugi terbesar yaitu Garuda Indonesia dan Krakatau Steel masing-masing di atas Rp 1 triliun.

Khusus PT Garuda Indonesia, kerugian terjadi karena lebih dikarenakan perusahaan ini terjebak dalam perang tarif dan rute penerbangan internasional yang tidak efisien.

Sedangkan PT Krakatau Stell kerugiannya membengkak dikarenakan antara lain adanya dumping baja dari China.

Untuk itu, BUMN yang merugi, menurut Rini, harus melakukan efisiensi, termasuk menjalin sinergi antar perusahaan. BUMN yang memiliki bisnis atau usaha yang sama juga diarahkan untuk merger atau digabung.

 

Recent Posts

Prof. Rokhmin: Aceh Jaya Harus Fokus Hilirisasi Agromaritim

MONITOR, Aceh Jaya - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Pakar Kelautan dan Perikanan, Prof.…

1 jam yang lalu

Kemenag: Transfer Anggaran Tunggu Kesiapan Administrasi Kemenhaj

MONITOR, Jakarta - Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin memastikan pihaknya siap mentransfer anggaran Ditjen Penyelenggaraan…

4 jam yang lalu

Rapat Tertutup Komisi I DPR; Bahas Hibah Kapal Jepang hingga Gaza

MONITOR, Jakarta - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Menteri Pertahanan…

5 jam yang lalu

Kasus Ekspor CPO, Menperin Copot Oknum Pegawai yang Jadi Tersangka

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menanggapi pemberitaan media terkait penetapan 11 tersangka oleh Kejaksaan Agung…

6 jam yang lalu

KemenUMKM Perkuat Integrasi Kebijakan lewat diseminasi ASPI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil kajian…

7 jam yang lalu

Menag: Humas Harus Proaktif dan Hadir Lebih Cepat dari Isu

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh jajaran humas Kementerian Agama, baik di…

9 jam yang lalu