MONITOR, Jakarta – Setelah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Penyelenggaraan penimbangan kendaraan bermotor yang sebelumnya menjadi urusan pemerintah daerah dialihkan menjadi urusan pemerintah pusat, yaitu Kementerian Perhubungan sejak awal tahun 2017.
Pengalihan tersebut selain dimaksudkan agara tata kelola jembatan timbang di berbagai daerah dapat lebih profesional, juga untu meminimalisir kecelakaan di jalan raya akibat overload muatan angkutan barang.
Namun pasca pengambilalihan oleh Kemenhub, ada banyak jembatan timbang di area strategis justru mengalami kemandekan atau tidak beroperasi. Oleh karenanya, Kemenhub akan segera kembali mengaktifkan jembatan-jembatan timbang yang 'mati suri' tersebut.
Hal ini dinyatakan oleh Direktur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, pada MONITOR di sela-sela acara 'Coaching Clinic Safety Riding' Jasa Marga Fun Rally di Rest Area KM 35 Sentul Tol Jagorawi beberapa waktu lalu.
"Data Kemenhub memang kecelakaan secara kuantitas menurun, tapi kualitas naik. mari kita perangi bersama-sama. Masih banyak kendaraan berat dari sisi kelayakan dan over loadingnya masih tinggi. Jembatan timbang akan diaktifkan lagi, sekarang diambil alih pusat yang tadinya diurus propinsi sesuai undang-undang," jelas Yani.
Yani mengatakan, peranan jembatan timbang sangatlah penting guna mencegah terjadinya kecelakan lalu lintas (lalin). Karena, banyaknya insiden lalin terjadi terutama karena faktor klasik seperti kelebihan muatan dan faktor kendaraan yang tidak laik jalan. Ini terjadi, menurut Yani, kebanyakan pada truk besar yang membawa angkutan barang.
"Jika kendaraan tidak laik jalan kena sangsi, kena tilang atau pemberhentian ijin operasional," tegas Yani.
Oleh sebab itu, ia mengharapkan ada kerjasama sinergi antara pemangku kepentingan di jalan yaitu Kemenhub, Satlantas Polri, termasuk juga Jasa Raharja yang mengurusi Tol. Karena, direncanakan Kemenhub akan memberlakukan sistem e-cecking (mengetahui berat kendaraan) sebelum kendaraan muatan barang melaju masuk ke jalan tol.
"Kemenhub di jembatan timbang, polisi dijalan, kolaborasi sinergi. misalnya batas kecepatan terbatas, polisi akan menindak. Kita juga ada program angkutan barang yang melintas di jalan tol e-cecking biar tidak terjadi kecelakan beruntun," pungkasnya.
MONITOR, Aceh Jaya - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Pakar Kelautan dan Perikanan, Prof.…
MONITOR, Jakarta - Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin memastikan pihaknya siap mentransfer anggaran Ditjen Penyelenggaraan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Menteri Pertahanan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menanggapi pemberitaan media terkait penetapan 11 tersangka oleh Kejaksaan Agung…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil kajian…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta seluruh jajaran humas Kementerian Agama, baik di…