Selasa, 28 April, 2026

November 2017, BPS Catat Nilai Ekspor Indonesia Alami Kenaikan

MONITOR, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan rilis transaksi perdagangan sepanjang November 2017. BPS mencatat sepanjang bulan tersebut terjadi surplus 0,13 miliar dollar AS. Adapun total nilai ekspor Indonesia November 2017 mencapai 15,28 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–November 2017 mencapai 153,90 miliar dollar AS atau meningkat 17,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.

"Adapun Nilai impor kumulatif Januari–November 2017 sebesar 14,188 miliar dollar AS atau meningkat  15,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu meningkat 0,26 persen dibanding ekspor Oktober 2017. Sementara dibanding November 2016 meningkat 13,18 persen," katanya di Jakarta, Jumat (15/12).

Suhariyanto menambahkan secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari–November 2017 mencapai 153,90 miliar dollar AS atau meningkat 17,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan ekspor nonmigas  mencapai 139,68 miliar dollar AS atau meningkat 16,89 persen.

- Advertisement -

Adapun peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2017 dibanding Oktober 2017 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 152,3 juta dollar AS (8,04 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, perak, dan abu logam sebesar US$133,5 juta dollar AS (28,55 persen).

"Ekspor nonmigas November 2017 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu 2,22 miliar dollar AS, disusul Amerika Serikat 1,51 miliar dollar AS, dan Jepang 1,33 miliar dollar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,07 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar 1,38 miliar dollar AS," ungkapnya.

Jawa Barat memiliki nilai paling tinggi asal harang yang diekspor Indonesia yaitu dengan nilai 26,89 miliar dolar AS (17,47 persen), diikuti Jawa Timur 16,97 miliar dollar AS (11,03 persen) dan Kalimantan Timur 16,02 miliar dollar AS (10,41 persen).

Nilai Impor

Mengenai impor, Kepala BPS K. Suhariyanto mengemukakan, nilai impor Indonesia November 2017 mencapai 15,15 miliar dollar AS atau naik 6,42 persen dibanding Oktober 2017. Demikian pula jika dibandingkan November 2016 meningkat 19,62 persen.

“Impor nonmigas November 2017 mencapai 12,92 miliar dollar AS  atau naik 7,37 persen dibanding Oktober 2017, demikian pula jika dibanding November 2016 meningkat 18,05 persen,” jelas Suhariyanto.

Ia menyebutkan, impor migas November 2017 mencapai 2,23 miliar dollar AS atau naik 1,22 persen dibanding Oktober 2017 dan juga meningkat 29,56 persen dibanding November 2016.

Peningkatan impor nonmigas terbesar November 2017 dibanding Oktober 2017, menurut Suhariyanto, adalah golongan mesin dan pesawat mekanik 378,5 juta dollar AS (19,32 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan serealia sebesar 67,9 juta dollar AS (20,95 persen).

Adapun negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–November 2017, menurut Kepala BPS, ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 31,78 miliar dollar AS (26,46 persen), Jepang 13,89 miliar dollar AS (11,56 persen), dan Thailand 8,44 miliar dollar AS (7,03 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,37 persen, sementara dari Uni Eropa 9,32 persen.

"Nilai impor semua golongan penggunaan barang, baik barang konsumsi, bahan baku/penolong maupun barang modal, selama Januari–November 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing 15,19 persen, 16,37 persen, dan 11,53 persen," tegasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER