Categories: OLAHRAGA

Mantap, Atlet Tinju Denpasar Torehkan Prestasi Lima Medali Emas

MONITOR, Sumbawa – Atlet tinju dari Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Denpasar, Bali, mampu menyabet lima medali dan menjadikan juara umum III di ajang "Gubernur CUP NTB 2017" di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatih tinju Pertina Kota Denpasar Julius Leo Bunga di Denpasar, Kamis (14/12), mengatakan kelima atlet yang bertarung dalam ajang regional ini mampu menyabet empat medali emas dan satu perunggu.

"Atlet kami memang sangat disiplin berlatih. Mereka berjuang untuk mendapatkan medali dalam kejuaran bergensi tersebut. Syukurlah atlet kami semua menyabet medali," ucap Julius didampingi pelatih lainnya Agung Aditya Swandana.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Daerah Pertina Kota Denpasar, Made Muliawan Arya mengatakan pihaknya merasa puas dan bangga dengan atletnya mampu menyabet empat medali emas. Padahal awalnya hanya optimistis tiga medali emas saja.

"Namun berkat kegigihan atlet kami bertarung, sehingga mampu menyabet empat medali emas dan satu perunggu," kata Muliawan Arya

Muliawan yang dari awal pertandingan selalu setia memberikan dukungan secara langsung para petinjunya naik ring, mengaku optimistis di bawah kepemimpinannya untuk karier atlet tinju Denpasar ke depannya akan lebih baik.

Secara rinci Muliawan menyampaikan bahwa perolehan medali emas ini diawali oleh petinju Krispinus Mariano W yang turun di kelas layang ringan (46 kg) melawan Jhon Engkeng dari Sulawesi Utara. Duel Ipin dengan petinju Jhon dimenangkan dengan perolehan angka.

Kemenangan Krispinus melecut semangat Ferdy Seran yang turun di kelas layang (49 kg). Kombinasi jab dan straight terus dilancarkan Ferdy menghadapi lawannya Yakobus Naitkafun dari Bogor, Jawa Barat.

"Ferdy main cantik dan lawannya juga main bagus. Sempat terjadi jual beli pukulan di ronde ke tiga. Tapi Ferdy jauh lebih unggul angka dan menambah emas untuk tim kami," katanya.

Sedangkan emas ketiga disumbangkan Jackry Riwu dari Sultan Lani petinju dari NTT yang turun di kelas bantam (60 kg). Kemenangan Jackry diperoleh dari hasil RSC pada ronde kedua. Hal yang sama juga diperoleh Gregorius "Gorris" Gheda Dende kemenangan RSC di ronde pertama atas lawannya Julio Nababan dari Sumatera Barat di kelas (64 kg).

Sementara Maxuel "Maxi" Lende yang turun di kelas bantam ringan (56 kg) terpaksa dihentikan wasit hingga jelang bel ronde terakhir lantaran mengalami cidera robek pada pelipis matanya.

"Petinju kami, Maxi memperoleh medali perunggu. Dia terpaksa dihentikan wasit karena alami cidera robek pada pelipis saat berhadapan dengan petinju asal NTT. Maxi untuk sementara harus jalani perawatan setelah dijahit," pungkasnya.

Recent Posts

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

9 jam yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

9 jam yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

15 jam yang lalu

Stafsus Menag Sambangi Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Tawarkan Trauma Healing untuk Santri

MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…

2 hari yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Resmi Dibuka Menag, Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama

MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…

2 hari yang lalu

Kementan Percepat Penyerapan Telur, Peternak Mikro dan Kecil Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penyerapan telur ayam ras senilai Rp30 miliar melalui…

2 hari yang lalu