Categories: HUMANIORASENI BUDAYA

Stafsus Menpora Anggia Hadiri Kegiatan Fatayat dan Turnamen Bola Voli Ansor

MONITOR, Kediri – Bola voli adalah olahraga prestasi yang sudah memasyarakat. Untuk semakin membumikan gairah berolahraga, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri menggelar Turnamen Bola Voli se-Kabupaten Kediri. 

Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan Anggia Ermarini hadir dan membuka secara langsung turnamen ini, Minggu (10/12) pagi di Balai Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. 

"Program turnamen voli dan olahraga lain adalah cara menumbuhkan talenta. Tidak hanya untuk sehat, tapi juga agar bugar. Bola voli sangat digemari masyarakat. Jadi, turnamen ini bagian dari cara membudayakan olahraga," ujar Anggia. 

Selain bola voli, menurut Anggia, Kemenpora mendorong agar masyarakat ikut melestarikan olahraga tradisional. "Sepakbola Api, Pencak Dor, dan olahraga budaya lainnya perlu terus dilestarikan. Semoga turnamen bola voli dapat menjadi forum komunikasi, persahabatan, dan konsolidasi. Ansor luar biasa dan telah mampu merespon dinamika di luar. Banser pasukannya keren," kata Anggia. 

Turnamen diselenggarakan selama seminggu penuh, mulai 10 – 17 Desember 2017. Hadir Ketua GP Ansor Kediri Munasir Huda, Kades Silir Muhibullah, Ketua Bidang Wasit Persatuan Bola Voli Tulungagung Ari Cincin, dan para sesepuh Desa Silir. 

Pada kesempatan sebelumnya, perempuan yang juga Ketum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama ini juga mengisi Seminar Kebangsaan PC Fatayat Kediri bertema "Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Serta dalam Menangkal Radikalisme". 

"Tahun depan usia Fatayat NU sudah 68 tahun; usia yang sudah matang dan mapan. Jadi, perlu rejuvenasi atau peremajaan kembali model pendekatan, intervensi, dan kegiatan Fatayat dengan konteks sekarang," ujar Anggia. 

Alumnus Universitas Negeri Malang ini menekankan bahwa rejuvenasi bukan menyasar konsepnya, namun meremajakan pola kepemimpinan, skill, dan pengetahuan dengan situasi sekarang. "Tiga tahun lalu belum ada group whatssap, lima tahun lalu belum ada android, namun sekarang semua kader Fatayat punya. Ini salah satu contoh bahwa perubahan itu tidak akan berhenti," kata Anggia. 

Di depan ratusan kader Fatayat Kediri, Anggia mendorong agar setiap kegiatan dan program yang dilaksanakan, dikemas sesuai konteks perubahan zaman.

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

8 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

8 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

1 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu