Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

Kondisi SDN Sadah Cukup Memprihatinkan

MONITOR, Serang – Curahan hati siswi SDN Sadah yang bernama Devi mengenai kondisi sekolahnya, menggugah hati masyarakat luas. Dalam surat terbuka yang ditulisnya untuk sang Bupati, siswi yang dikenal cukup pandai itu menyebut sekolahnya sangat memprihatinkan.

Untuk memastikan kebenaran itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun meninjau langsung lokasi SDN Sadah. Dan benar, KPAI melalui keterangan persnya menyatakan, kondisi sarana prasarana SDN Sadah masih jauh dari standar minimum jika didasarkan pada Delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

"Misalnya, ukuran ruang kelasnya yang rata-rata hanya 4 x 4 meter berlantai plester, WC (toilet) hanya satu untuk seluruh siswa, guru dan karyawan, dan tidak memiliki ruang perpustakaan," tutur Komisioner KPAI Retno Listyarti.

Ruang guru juga menempati ruangan yang ukurannya sekitar 2 x 4 meter dengan hanya beralaskan karpet berwarna hijau, tak ada meja dan kursi. Kapasitas listrik sekolah juga hanya 450 watt. Seluruh ruang kelas, kecuali ruang kelas 6 (enam) merupakan bangunan semi permanen dengan bahan bangunan seadanya. 

Atap sekolah yang terbuat dari asbes menjadikan ruangan kelas menjadi sangat panas ketika matahari sudah tinggi, terutama ruang kelas 4 (empat) yang atapnya hanya berjarak sekitar 2 jengkal dari  kepala orang dewasa. "Mayoritas ruang kelas menggunakan papan tulis hitam dengan kapur dan ada 2 ruang kelas yang menggunakan whiteboard," jelas Retno.

Lalu, tampak ada lapangan cukup luas di belakang sekolah yang berhadapan dengan sawah warga. Hanya saja lapangan tersebut terganggu dengan pembuang sampah warga yang berada di sisi kanan lapangan dengan sampah yang menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap. Jarak teras rumah peduduk yang terdekat dengan teras kelas hanya sekitar 2 meter, sehingga proses pembelajaran memang sangat tidak kondusif. 

Bahkan, ada ruang kelas yang bersebelahan dengan dapur warga sehingga tercium aroma masakan  saat pembelajaran sedang berlangsung, karena ada ventilasi dapur yang langsung berhubungan dengan ruang kelas. Tidak ada kantin sekolah, anak-anak jajan saaat istirahat adalah di warung-warung yang di buka penduduk di teras rumahnya.  

Jajanan di dominasi oleh gorengan dan makan semacam chiki. 
Ruang kelas 1, 2, 3, dan 5 satu deret, sedangkan ruang kelas 4 berada di sisi kanan dan ruang kelas 6 terpisah cukup jauh, bahkan harus melewati kadang bebek jika hendak menuju ke ruang kelas 6 dan ruang Tata Usaha.  

Kandang bebek milik warga cukup luas dan berisi ratusan bebek, sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap juga. Bahkan, karena keterbatasan ruang, awalnya ruang kerja kepala sekolah untuk sementara menumpang ruang tamu warga yang disekat. Warga sekitar memang bergotong royong membantu berjalannya sekolah, seperti meminjamkan tanah wakaf untuk ruang kelas 6, meminjanmkan gudang padi untuk ruang kelas 4 dan ruang guru. Sebagian tanah dan lapangan sekolah juga dipijamkan warga yang biasa disapa degan “Pak Haji”.   

Komputer dan printer sekolah juga diletakan dirumah salah satu guru yang kebetulan jaraknya dekat dengan sekolah, sehingga semua administrasi yang memerlukan diketik dilakukan dari rumah tersebut. "Sebelum di gusur SDN Sadah memiliki sarana prasarana yang memadai untuk pendidikan. Seperti ruang kelas yang luas, ruang guru, ruang kepala sekolah, memiliki 5 WC (toilet), punya ruang perpustakaan dan sejumlah koleksi buku," jelasnya.

Recent Posts

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 1448 H/2027 M

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…

9 jam yang lalu

OASE III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga, Mahasiswa Kembangkan Inovasi Pengelolaan Limbah dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Ekoteologi

MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…

9 jam yang lalu

OASE III PTKIN 2026 Berakhir Gemilang: Bukti Kampus Islam Siap Bersaing di Kancah Sains dan Teknologi Global

MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…

1 hari yang lalu

Belajar dari Kampus Peringkat Kedua Nasional THE, PTKIS Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…

2 hari yang lalu

Soroti 7 Persoalan Tata Kelola, Rokhmin Dahuri Dorong Reformasi Cagar Biosfer Indonesia

MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…

2 hari yang lalu

Hasil Ubinan BPS, Panen Padi di Cirebon Tembus 9,2 Ton per Hektare berkat Aplikasi Pureplant

MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…

2 hari yang lalu