MONITOR, Jakarta – Sebuah inovasi dilahirkan dari tiga irisan, yaitu teknologi, marketing dan bisnis. Apabila ketiga unsur tersebut terpenuhi, maka inovasi akan menghasilkan sebuah produk. Hal demikian diungkapkan Kasubdit Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi Direktorat Sistem Informasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr. Wihatmoko Waskitoaji.
Di hadapan para rektor sebagai Indonesia, Wihatmoko mengingatkan tentang UUD Pasal 33 ayat 2, bahwa cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan harus menunjang lahirnya inovasi.
"Sistem Inovasi Nasional yang diadopsi di Indonesia juga dapat tercipta dengan adanya hubungan kerjasama tiga pilar yaitu akademik, Industri dan pemerintah," ujarnya dalam kegiatan Forum Rektor Indonesia di Jakarta.
Bertindak mewakili pemerintah, Wihatmoko menyatakan sudah saatnya Perguruan Tinggi harus bergeser menjadi perguruan tinggi yang profesional, melakukan riset yang excellent dan menghasilkan produk yang inovatif.
"Untuk membawa hasil riset sampai menjadi komoditas yang dimanfaatkan oleh konsumen, maka diperlukan tahapan yang cukup panjang sehingga diperlukan dukungan pemerintah." jelasnya.
MONITOR, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan peningkatan perlindungan pekerja di peringatan Hari…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya kebijakan yang melindungi…
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti sistem dan pengawasan yang lemah terhadap fasilitas…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah memperkuat perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja alih daya (outsourcing) melalui terbitnya…
MONITOR, Jakarta Barat – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan penertiban dan pengosongan 12…