Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Rasio Elektrifikasi Indonesia Mencapai 93,5 Persen

MONITOR, Jakarta – Listrik sangat dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan roda dan pertumbuhan ekonomi serta untuk mendukung kehidupan masyarakat sehari-hari. Sudah merupakan kewajiban pemerintah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus tumbuh seiring meningkatnya perekonomian. 

Pemerintah terus berupaya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi listrik dengan berbagai program. Peningkatan kapasitas listrik bukan hanya sebatas kewajiban namun sudah merupakan sebuah keharusan.

Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 93,5 persen. Di tahun 2018, rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 95% serta pada tahun 2019 sebesar 97% dan diupayakan mencapai 99% dengan program pra-elektrifikasi penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk desa belum berlistrik.

Kebutuhan listrik nasional terus meningkat seiring terus tumbuhnya perkonomian nasional. Kapasitas pembangkit listrik nasional saat ini sebesar 60,1 Giga Watt (GW) atau naik 7,1 GW dalam 3 tahun terakhir dibanding tahun 2014 sebesar 53 GW.

Jenis pembangkit listrik  berbahan bakar batubara memiliki kapasitas terbesar menggantikan BBM sebesar 29,8 GW (50%) disusul kemudian dengan gas bumi sebesar 16,8 GW ( 28%), EBT sebesar  7,2 GW (12%) dan BBM 6,2 GW (10%).

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Triboesono, mengungkapkan hingga periode 1 Oktober 2017, tidak ada lagi sistem ketenagalistrikan nasional yang mengalami defisit listrik dibanding tahun 2015 dengan kondisi 9 sistem defisit.

“Pemerintah mempunyai program untuk terus mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia. Dengan adanya program yang lebih mengarah ke arah timur Indonesia, diharapkan infrastruktur ketenagalistrikan dapat meningkatkan akses ketenagalistrikan di wilayah-wilayah tertinggal," ujarnya, baru-baru ini.

Ia pun menyatakn, PT PLN (Persero) juga terus mendorong pembangunan infrstruktur ketenagalistrikan di wilayah perdesaan. Hingga September 2017, PLN telah melistriki sebanyak 73.563 desa. "Berdasarkan road map pengembangan listrik perdesaan PLN tahun 2017 hingga 2019, PLN akan membangun akan mengembangkan listrik perdesaan tahun 2017 sebanyak 5.457 desa, sementara tahun 2018 sebanyak 5,053 desa dan tahun 2019 sebanyak 3,975 desa," terangnya.

Recent Posts

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

4 jam yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

8 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

20 jam yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

20 jam yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

1 hari yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

1 hari yang lalu