Categories: EKONOMIPERBANKAN

Munas MES Ke-4 Rekomendasikan Pengelolaan Dana Haji Pada Perbankan Syariah

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Haddad, berharap pengelolaan dana haji sebaiknya difokuskan kepada perbankan syariah.

Menurutnya, dana haji yang jumlahnya lebih dari 100 triliun, bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan perbankan syariah, agar bisa bersaing dan mengejar bank-bank konvensional.

"Jumlahnya sekitar RP 100 triliun lebih. Akan sangat bermanfaat bila diarahkan untuk mengembangkan perekonomian syariah khususnya bank-bank syariah," jelas Muliaman saat penutupan Munas ke-4 MES di Gedung Menara BTN Jakarta, Kamis malam (30/11).

Muliaman yakin potensi industri keuangan syariah bakal berkembang pesat. Karena besarnya potensi perekenomian syariah, dimana jumlah muslim di Indonesia merupakan terbesar di dunia.

Muliaman juga optimis Presiden Joko Widodo akan mendukung pengembangan perekonomian syariah ini. Hal itu menurutnya dibuktikan dengan pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Berdasarkan data Global Islamic Economy Report, sejumlah negara maju juga sudah lebih dulu mengembangkan industri jasa keuangan syariah. Pada 2016, aset industri jasa keuangan dunia sudah mencapai US $ 2 triliun. Diprediksikan pada 2021 baka meningkat tinggi hingga US $ 3 Triliun.

Hanya saja, menurutnya lebih lanjut, peringkat Indonesia masih berada di posisi 9 dari 10 Islamic Finance Asset. Padahal melihat jumlah penduduk Muslimnya yang banyak, seharusnya Indonesia bisa berada di posisi puncak.

Potensi dan komitmen ini ke depan diharapkan bisa menjadi modal dasar bagi siapa saja pemerhati ekonomi syariah untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia.

Lagi-lagi ia berharap, dana haji yang dikelola Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), bisa diarahkan untuk pengembangan keuangan syariah. Alasannya, pengelolaan dana haji ini erat kaitannya dengan pengembangan ekonomi syariah.
"Salah satu amanatnya itu, investasi harus dialokasikan pada investasi syariah," pungkas mantan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.

Recent Posts

Indonesia Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia

MONITOR, Jakarta - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching yang telah dilaksanakan di Moskow pada 8 Desember…

59 menit yang lalu

BPS: Harga Ayam, Telur, dan Cabai Turun, Tekan Laju Inflasi April

MONITOR, Jakarta — Di tengah inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan,…

2 jam yang lalu

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Tlogosari Pati, DPR Desak Proses Hukum Tegas dan Audit Pesantren

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…

2 jam yang lalu

Hilirisasi Ayam Digenjot, Bima Berpotensi Jadi Pusat Produksi Unggas untuk Kawasan Timur

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian mempercepat pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Pulau Sumbawa, Nusa…

4 jam yang lalu

Kolaborasi Lintas Kementerian Entaskan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan UMKM dan Ekraf

MONITOR, Jakarta — Tiga kementerian mencakup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Usaha…

14 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Untuk Hitung Cermat Hibah Kapal Induk dari Italia Agar Tak Jadi Beban RI

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah…

15 jam yang lalu