MONITOR, Jakarta – Didik Sasono Setyadi, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Formalitas SKK Migas ini rupanya tak sekedar menguasai ilmu soal minyak dan gas bumi. Namun lebih dari itu, dalam dirinya mengalir darah seni yang cukup tinggi. Itu terbukti, meski Didik tak pernah belajar khusus soal seni, dia juga mampu mebuat karya lukis yang cukup baik.
Tidak tanggung-tanggung, selama kurun waktu tiga bulan Didik berhasil membuat sebanyak 30 karya lukis. Dan karya lukisnya mulai dipamerkan di Rumah Kreatif BUMN Kota Malang, Jawa Timur. Didik memberi nama INDOSENI dalam pameran lukisan tersebut.
Karya lukis pria lulusan Universitas Airlangga ini, banyak mengangkat spot cantik di seantero nusantara. Salah satu spot cantik yang ia tuangkan diatas kanvas yakni Pasar Apung Kalimantan Selatan dan topeng khas Bali
Lukisan-lukisan karya Didik memang bukan seperti lukisan karya seniman lain. Tetapi lebih mewakili ekspresionis spontan dari orang yang praktis, efisien, sederhana, namun visi misinya tegas.
"Saya tidak pernah mengenal ilmu seni. Melukis saya lakukan mengalir saja mengikuti apa yang ingin saya gambarkan," tutur Didik kepada Monitor di Jakarta, Kamis (30/11).
Diakui Didik, 30 lukisan yang dipamerkan adalah gambaran suatu daerah di Indonesia yang pernah dikunjungi. Dan dia melukisnya hanya dalam waktu tiga bulan.
"Hanya tiga bulan ini saya melukis, gambaran berbagai daerah di Indonesia," imbuh Didik.
MONITOR, Jakarta - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching yang telah dilaksanakan di Moskow pada 8 Desember…
MONITOR, Jakarta — Di tengah inflasi April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan,…
MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian mempercepat pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Pulau Sumbawa, Nusa…
MONITOR, Jakarta — Tiga kementerian mencakup Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Usaha…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti rencana Indonesia menerima hibah…