MONITOR, Bangui – PBB dalam sebuah pernyataan mengatakan, kelompol milisi Kristen, Anti-Balaka dicurigai telah membunuh seorang pemelihara perdamaian PBB dan melukai tiga orang lainnya dalam sebuah serangan di Republik Afrika Tengah, Minggu (26/11).
Dilansir Reuters, serangan tersebut terjadi di Gambo, sekitar 100 km dari kota Bangassoi dimana lebih dari 100 warga sipil dan tiga pasukan penjaga perdamaian Maroko terbunuh dalam insiden terpisah Mei dan Juli lalu.
Konflik dikawasan tersebut telah menewaskan ribuan orang sejak pemberontakan berhasil menggulingkan Presiden Francois Bozize pada tahun 2013. Memprovokasi tindakan keras dari milisi Anti Balaka.
Kekerasan juga melonjak ketika Prancis mengakhiri misi penjagaan perdamaiannya tahun lalu.
Sejak saat itu, Pemelihara Perdamaian Afrika Tengah bernama MINUSCA, yang beranggotakan 13.000 orang telah berjuang untuk memulihkan ketertiban di negara yang dianggap kontrol pemerintah hampir melampaui ibukota Bangui.
Total 13 anggota MINUSCA telah terbunuh di negara tersebut tahun ini.
Lima gerilyawan juga dilaporkan tewas dalam bentrokan yang terjadi pada hari Minggu.
MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…
MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…
MONITOR, Jakarta - Pesantren semakin berperan sebagai benteng utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar kembali menegaskan sikapnya bahwa tidak ada toleransi…
MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat meninjau kondisi saluran irigasi rusak di Desa…