MONITOR, Jakarta – Industri farmasi perlu melakukan inovasi. Hal demikian disampaikan Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat meresmikan pabrik farmasi PT ETHICA di Cikarang, Jawa Barat, baru-baru ini.
Nila lantas mendorong, agar industri farmasi di Tanah Air mampu memproduksi produk suplemen herbal sebagai salah satu produk inovasi yang memiliki potensi besar di Indonesia.
keberadaan konsumsi suplemen herbal, kata Nila, jauh lebih digunakan banyak kalangan dibandingkan dengan produk obat-obatan atau antibiotik yang hanya digunakan oleh orang sakit.
Ia mencontohkan, dirinya yang kerap mengonsumsi dua kapsul berisi bubuk temulawak sebagai suplemen kesehatan tubuh setiap hari.
"Kalau kita minum dua, setahun ada 365 hari dikali dua, sudah menjual 730 kapsul. Tapi kalau saya sakit, mau tidak mau minum antibiotik. Berapa kapsul yang saya minum, paling banyak 10," terang Nila.
Ia mendorong pada pelaku industri farmasi untuk tidak berfokus pada produk obat-obatan, namun produk kesehatan secara keseluruhan termasuk promotif dan preventif.
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti berbagai kasus kekerasan seksual…
MONITOR, Jakarta - Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kemenhaj menegaskan…
MONITOR, Jakarta — Jaringan Muslim Madani (JMM) mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga…
MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…
MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…
MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…