Categories: NASIONAL

Kunjungi New Zealand, DPR Paparkan Potensi Geothermal Indonesia

MONITOR, New Zealand – Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto melakukan kunjungan ke New Zealand dalam rangka memberikan sambutan pada sesi Indonesia Geothermal Center of Excellence di event "New Zealand Geothermal Workshop 2017" di Rotorua, New Zealand. Agus menuturkan, Indonesia dapat mencontoh benchmark dari GNS (Geological and Nuclear Science) dalam melakukan riset sumberdaya geothermal.

"Kita menginginkan single and still single excellent Institute yang betul-betul menangani geothermal. Sebab, government drilling (pengeboran oleh pemerintah) akan menentukan kemajuan panas bumi. Selama ini, exploration drilling dilakukan oleh swasta, ke depan akan kita ambil alih. Sehingga cost dan management risk-nya dapat di cover oleh pemerintah," ujar Agus.

Saat ini, lanjut politisi Partai Demokrat itu, pihaknya sedang mempersiapkan institusi yang konsen dalam pengelolaan sumber daya alam dengan mengoptimalkan dana COP21 (hibah) dari World Bank terkait Climate Change. Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal awal untuk melakukan riset ataupun government drilling.

"Setelah hasil dari government drilling, di situ ada logging yaitu alat membaca dan semua material-material dan di analisa dalam laboratorium. Meskipun Badan Geologi disana (Indonesia) tidak selengkap disini. Tentu hal itu akan kita koordinasikan, sehingga betul-betul melahirkan geolog handal di masa yang akan datang," ungkapnya.

Agus mendorong potensi geothermal di Indonesia yang baru termanfaatkan 5 persen dari 30 giga watch, dapat di eksplorasi guna meningkatkan kemakmuran lebih luas untuk bangsa Indonesia. Sebab, energi yang mencukupi merupakan rantai pembangunan yang harus dikelola dan dikembalikan kepada rakyat sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

"Kita ingin, cadangan geothermal yang tinggi dapat menjadi primadona di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Agus Hermanto juga melakukan lawatan ke GNS Science (Geological and Nuclear Science Limited).

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

7 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

7 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

18 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

18 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

18 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu