Categories: BISNISEKONOMI

Premium Masih Jadi Primadona, Pengamat Dukung BBM 1 Harga

MONITOR, Jakarta – Sudah menjadi tugas Pemerintah untuk menjamin ketahanan sumber daya, serta ketersediaan kebutuhan energi masyarakat di penjuru Nusantara dengan harga yang terjangkau. Salah satunya dengan program BBM Satu Harga yang kini tengah digalakkan Pemerintah.

Demikan dikatakan oleh Direktur Energy Watch, Mamit Setiawan mengomentari alasan keterjangkauan Premium (bensin RON 88) yang kini masih menjadi primadona ditengah masyarakat.

"Premium masih dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat yang betul-betul miskin, menggerakkan ekonomi rakyat. Jadi harus tetap ada hingga ekonomi meningkat nantinya," ujaar Mamit di Jakarta, Kamis (23/11).

Menurutnya, fakta dilapangan memang membuktikan bahwa di daerah masih sering dijumpai nelayan yang menggunakan Premium maupun Solar. "Jangan lupakan juga buruh yang kesehariannya banyak menggunakan Premium dan Solar sebagai bahan bakar yang bersahabat bagi rakyat," tandasnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2017, Mamit menerangkan, sebanyak 27,77 juta jiwa masyarakat atau 10,64% masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan per kapita di bawah Rp 385.000 per bulan. Sebanyak 17,1 juta diantaranya adalah masyarakat perdesaan yang sebagian besar menghuni daerah-daerah perbatasan yang sulit dijangkau.

Atas dasar itulah Mamit memberikan dukungan terhadap progam Satu Harga, tak tanggung-tanggung ia menyebutnya sebagai program pro rakyat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo guna menyediakan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga sama hingga daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan dan terluar. “Sudah seharusnya semua masyarakat bisa menikmati harga Premium sebesar Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter,” ungkap Mamit.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

9 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

12 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

13 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

14 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

15 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

17 jam yang lalu