Categories: EKONOMIINDUSTRI

150 Unit IKM Berhasil Menembus Pasar Ekspor

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini jumlah IKM furnitur dan kerajinan sebanyak 150 ribu unit usaha. Sebagian besar mereka sudah mampu menembus pasar ekspor, terutama ke negara tujuan seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Korea, Australia, Saudi Arabia dan Inggris. Capaian ini menempati Indonesia di posisi kelima terbesar di dunia dalam nilai ekspor furnitur dan kerajinan yang menyumbang USD1,04 milliar pada tahun 2016.

“Bahkan, beberapa IKM dari Jawa dan Bali sudah menyediakan kebutuhan furnitur untuk resort di Maldives,” ungkap Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih.

Upaya ini disebut Gati, sebagai contoh yang bagus bagi IKM nasional untuk menyediakan kebutuhan furnitur dan kerajinan ke negara lain yang memiliki potensi tinggi pada hospitality industry.

Gati menambahkan, penetrasi produk lokal ke pasar domestik maupun global harus dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan baik melalui offline atau online. Guna meningkatkan promosi online, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang dapat diakses mudah oleh konsumen melalui marketplace atau toko online.

”Selain tujuan promosi, program ini pun dapat meningkatkan kapasitas pelaku IKM dalam negeri di bidang e-commerce. Hingga September 2017, sudah lebih dari 1600 pelaku IKM dari berbagai daerah mengikuti workshop e-Smart IKM,” tuturnya.

Gati berharap, dengan semakin tingginya tren back to nature, permintaan produk furnitur dan kerajina yang dihasilkan oleh IKM lokal dengan kualitas tinggi serta mengedepankan aspek ergonomis dan kenyamanan pemakai akan mengalami peningkatan signifikan. Salah satu hotel di Indonesia dengan mengusung konsep ini adalah Nihiwatu Hotel Sumba Barat yang didaulat sebagai hotel terbaik di dunia tahun 2016.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

11 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

14 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

15 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

16 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

17 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

19 jam yang lalu