Pilgub Jateng, Spanduk Meminta Budi Waseso Turun Gunung Bertebaran

MONITOR, Semarang – Pilkada serentak 2018 sebentar lagi akan memasuki masa pendaftaran peserta. Di banyak tempat, hari-hari menjelang pengusungan pasangan calon ini menunjukan dinamika yang menarik.

Di Jawa Timur ada pejabat tinggi dari pusat yang turun gunung yakni Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Kepastian pencalonannya membuat kabinet harus direshuflle dan memunculkan banyak spekulasi mengenai peta koalisi nasional termasuk apakah pergantian menteri sosial itu akan menyasar ke jabatan menteri lainnya.

Hal yang sama kini terjadi di Jawa Tengah, muncul banyak spanduk meminta Komisaris Jenderal Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk turun gunung, mencalonkan diri sebagai gubernur.

Spanduk berwarna merah bertuliskan “Rakyat Jateng Memanggil Putera Daerahnya” bertebaran di kota-kota di Jawa Tengah. Di beberapa tempat, spanduk bahkan terpasang di dekat kantor kepolisian.

Spanduk berukuran sedang itu cukup menarik perhatian pengendara kendaraan karena warnanya yang mencolok. Dalam spanduk itu ada photo Budi Waseso memakai stelan jas berwarna hitam memakai kopiah lalu ada tagline “Cerdas, Tegas, Berintegritas”. Ada juga tulisan “Buwas Datang, Jateng Cemerlang” disertai logo Jateng bebas penyalahgunaan narkoba. Spanduk ini dikeluarkan oleh Relawan Jateng Gemilang. 

Munculnya banyak spanduk Komjen Pol Budi Waseso ini menambah semarak pilkada Jateng. Buwas, demikian Budi Waseso kesohor, pernah diminta untuk mencalonkan diri menjadi gubernur di Jawa Tengah.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham pernah menyebut nama Kepala Badan Narkotika Nasional ini masuk dalam bursa calon Gubernur Jawa Tengah yang akan diusung Golkar.

"Ada perkembangan usulan tentang Pak Buwas,” kata Idrus di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jakarta, Jumat, (22/9).

Selain itu, Partai Amanat Nasional juga mempertimbangkan sosok mantan Kabareskrim ini untuk maju dalam Pilgub Jawa Tengah 2018. Buwas dinilai sudah mempunyai sikap kepemimpinan yang tidak diragukan.

“Ya dari diskusi-diskusi internal kita, Buwas lebih cocok. Kan sudah teruji kepemimpinannya dan jam terbang sudah jelas," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Yandri bahkan menjelaskan, jika Buwas ingin menjadi cagub dalam Pilgub Jateng, PAN tidak akan memaksanya menjadi kader.

Nama Buwas kembali mencuat jelang pendaftaran ke KPUD ini dianggap wajar oleh pengamat politik dari Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman. Menurutnya saat menghadapi kebuntuan politik memang seringkali publik menghadirkan tokoh alternatif. Oleh karena Buwas merupakan putera daerah dan merupakan tokoh nasional yang eksis, maka upaya menarik-tarik Buwas supaya kembali ke Jateng untuk membangun daerahnya tidak bisa dihindari. Apalagi saat yang sama, ada isu negatif yang membayangi pejabat petahan terkait kasus korupsi E-KTP.

“Pak Buwas diminta orang Jateng untuk turun gunung itu biasa, tinggal apakah secara personal beliau mau atau tidak. Persoalan teknis seperti partai politik dan kesiapan jaringan pemenangan saya kita bisa menyusul, sepanjang terbangun kesepakatan politik,” ujar saat dimintai komentar mengenai fenomena Rakyat Jateng Memanggil Putera Daerahnya, hari ini, 22/11.

Pengamat politik alumni UIN Jakarta ini menyatakan, Ganjar Pranowo memang hingga saat ini memiliki elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Tengah. Namun bukan berarti politikus PDIP yang saat ini menjabat Gubernur Jateng itu tak punya titik lemah.

Ada kekhawatiran warga bahwa dirinya akan terseret kasus E-KTP apalagi namanya selalu disebut-sebut termasuk oleh Nazaruddin, turut menikmati uang haram itu.

“Jadi jika Buwas serius dan mau, saya kira akan ada cukup partai yang siap mengusungnya,” pungkasnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

41 menit yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

60 menit yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

14 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

16 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

18 jam yang lalu