Categories: HUMANIORASOSIAL

Tekad PBNU Perangi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU tidak akan surut memerangi radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama Islam.

"Tak peduli orang lain mau bilang apa karena ini juga demi Islam," kata Said Aqil saat konferensi pers menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (20/11).

Munas Alim Ulama dan Konbes NU digelar di Nusa Tenggara Barat tanggal 23-25 November dengan tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka forum permusyawaratan setingkat di bawah muktamar itu.

Menurut Said Aqil, NU bersemangat memerangi radikalisme terorisme yang mengatasnamakan agama Islam karena justru mencoreng wajah Islam sendiri.

"Di Al Quran itu disebutkan tidak ada yang paling jahat melebihi orang yang melakukan kejahatan atas nama Tuhan atau Islam. Itu paling jahat," katanya.

Bahkan, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW telah memprediksi bakal munculnya orang-orang yang membaca Al Quran, tetapi tidak paham substansinya sehingga mereka melakukan tindakan yang mereka anggap sesuai tuntunan Islam, padahal sebaliknya.

Ia pun kembali mencontohkan pelaku pembunuhan terhadap khalifah yang juga menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib, yang menyebut tindakannya itu juga demi Islam. 

Jadi, kata Said Aqil, radikalisme terorisme sama sekali bukan ajaran Islam, justru bertentangan dengan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, Islam moderat, Islam Nusantara, Islam yang ramah yang selama ini dipraktikkan umat Islam Indonesia itulah wajah Islam yang sebenarnya.

"Arab sendiri kini ingin seperti Indonesia. Saya diundang ceramah tentang Islam Nusantara di Al Azhar Mesir dan di hadapan raja Maroko," katanya.

Tapi, anehnya, kata dia, justru orang-orang Indonesia yang beberapa tahun belajar di Arab, pulang ke Tanah Air bersikap dan bertingkah lebih Arab daripada orang Arab itu sendiri. 

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

4 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

5 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

5 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

17 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

20 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

21 jam yang lalu