Categories: NASIONAL

Jazuli Juwaini Ajak Akademisi Kembangkan Ilmu Politik Islam

MONITOR, Serang – Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, didaulat untuk menjadi Keynote Speaker dan membuka acara Seminar Internasional Tentang Politik Islam Dunia yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten di Aula Sjadzali Hasan pada Selasa (21/11).

Tampil sebagai narasumber praktisi dan akademisi politik Islam dari sejumlah negara yaitu Otman Milad el Talis (Libya), Abad Umar (Mesir), Mahmud Hussein (Pakistan), Solenn Hus (Perancis) dan Arya Sandi Yudha (Indonesia). 

Jazuli Juwaini dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang menghadirkan pembicara Internasional ini, sehingga bisa saling bertukar pikiran dan gagasan tentang politik Islam dunia.

"Tukar pikiran di antara akademisi dan praktisi dunia akan mengembangkan wawasan keilmuan khususnya terhadap politik Islam sehingga kita makin kaya prespektif baik dalam dimensi teoritik maupun praktek politik Islam," terang Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini mendorong para akademisi, dosen, mahasiswa untuk terus mengembangkan dimensi keilmuan politik Islam karena ajaran Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, apalagi politik sebagai sistem bernegara.

"Islam secara doktrinal mempunyai visi _rahmatan lil alamin_. Visi tersebut menegaskan bahwa Islam agama yang menghendaki keteraturan tatanan dunia dan peradaban atas dasar kemaslahatan dan kemajuan umat manusia," katanya. 

Dalam konteks itulah, lanjut Jazuli, politik Islam berperan sebagaimana Ibnu Khaldun, seorang ilmuwan politik Islam, mengatakan bahwa dalam Islam berpolitik adalah sarana menuju keteraturan dan cara menuju peradaban. Dengan demikian, politik Islam tidak boleh dipahami hanya sebagai _power struggle_ atau perebutan kekuasaan _an-sich_ sebagaimana buku-buku politik umum menyebutnya.

"Politik itu melekat dalam ajaran Islam. Maka dalam khasanah keislaman kita kenal _fiqhu siyasah_. Sejarah Islam sendiri sejak kelahirannya tidak dapat dilepaskan dari politik. Rasululloh SAW beliau adalah pemimpin agama dan negara. Beliau selain menjaga agama sekaligus mengatur negara bahkan dunia. Peran ini kemudian dilanjutkan oleh Khulafa ar-Rasyidun," terang Anggota DPR Dapil Banten ini.

Doktor Ilmu Manajemen ini menegaskan bahwa menjadi tanggung jawab bersama untuk menampilkan politik Islam yang benar-benar sesuai dengan samangat visi Islam yang _rahmatan lil alamin_. Untuk itu, basis ilmiah tentang politik Islam harus terus dikembangkan dan diperkuat dengan penggalian/penemuan atas sumber-sumber otentik dan sejarah Islam. 

"Inilah salah satu tanggung jawab ilmuwan dan akademisi politik Islam. Ajarkan dan kembangkan nilai dan sistem politik Islam yang relevan dengan semangat kemajuan peradaban," pungkas Jazuli.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

3 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

3 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

16 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

19 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

20 jam yang lalu