Categories: BISNISEKONOMI

PT Pertamina Lubricants Raih Platinum di SNI Award 2017

MONITOR, Jakarta – Sebagai market leader produsen pelumas Nasional, PT Pertamina Lubricants kembali menunjukkan komitmennya dalam penerapan SNI, mutu dan standar produk pelumasnya dengan meraih anugerah Platinum SNI Award 2017 untuk kategori Perusahaan Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Ini merupakan penghargaan ke-enam yang di raih sejak tahun 2011 dimana tahun- tahun sebelumnya PT Pertamina Lubricants telah meraih anugerah Gold dan ini merupakan tahun pertama dimana perusahaan membawa pulang award dengan anugerah Platinum, yakni pengakuan tertinggi SNI Award.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BSN Prof. Dr. Bambang Prasetya dan didampingi oleh Ketua Dewan Juri SNI Award Rhenald Kasali kepada Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Afandi.

"PT Pertamina Lubricants mendukung penuh penerapan standardisasi produk dan penggunaan produk bersertifikat SNI. Ini merupakan komitmen perusahaan untuk secara konsisten memberikan produk dengan kualitas terbaik untuk konsumen Indonesia dan juga memiliki competitive advantage ketika bersaing dipasar global. Hal tersebut dibuktikan dengan upaya kami dalam terus mendaftarkan produk-produk pelumas kami baik sektor otomotif dan industri ke Balai Sertifikasi Industri (BSI) untuk memperoleh SPPT SNI (Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI) dimana perusahaan berhak untuk mencantumkan logo SNI (Standar Nasional Indonesia) pada setiap kemasan produknya." Ujar Afandi, Direktur Utama PT Pertamina Lubricants.

Sampai saat ini, PT Pertamina Lubricants telah proaktif mensertifikasikan SNI pada produk pelumas unggulannya sejak tahun 2010. PT Pertamina Lubricants sudah mengantongi sertifikasi SNI untuk berbagai varian produk pelumas di segmen otomotif dan industri termasuk Fastron, Prima XP, Enduro 4T, Meditran SX dan Turalik dan masih banyak lagi

"Kami terus menerapkan mutu dan kualitas produk pelumas yang tidak hanya berstandar nasional, namun juga berstandar dunia dan kami terus melakukan improvement untuk semua proses bisnis kami. Penghargaan ini membuktikan bahwa produk pelumas karya anak bangsa sudah tidak perlu diragukan lagi. Kami mampu bersaing dan sudah mampu berinovasi dengan standar yang luar biasa. Mutu terjamin dan konsumen terlindungi." Lanjut Afandi.

Penerapan SNI Wajib memiliki tujuan sendiri bagi PT Pertamina Lubricants. Pertama, PT Pertamina Lubricants mengedepankan kepentingan konsumen dan masyarakat Indonesia dengan memastikan bahwa mutu dan kualitas pelumas Pertamina telah memenuhi Standar Nasional Indonesia dan diakui secara internasional.

Selain itu, SNI juga dapat meningkatkan daya saing lokal serta mematangkan strategi perusahaan dalam menghadapi MEA dan persaingan bisnis secara global. Penerapan SNI wajib ini juga akan mendorong PT Pertamina Lubricants untuk terus melakukan kontrol dan evaluasi kualitas produk dengan ketat untuk memberikan produk yang prima dan juga untuk melindungi konsumen dari produk pelumas tidak beridentitas ataupun palsu.

"Kami berterimakasih kepada BSN dengan adanya penghargaan ini. Semoga masyarakat Indonesia semakin sadar SNI dan dapat menjadikannya sebagai patokan untuk memilih produk yang memang benar-benar berkualitas.” Tutup Afandi.

Recent Posts

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

16 jam yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

2 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

2 hari yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

2 hari yang lalu