Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Industri Tanah Air Siap Serap Lulusan Program Pendidikan Vokasi

MONITOR, Kediri – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri siap menyerap para lulusan program pendidikan vokasi. Hal ini karena program vokasi didesain secara khusus untuk membekali para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar ketika lulus nanti bisa langsung bekerja di industri.

"Dengan sistem vokasi yang ada sekarang, lulusan SMK bisa cepat bekerja. Apalagi, jenjang karirnya juga menjanjikan," ujarnya pada acara Dialog Nasional Ke-5 Sukses Indonesiaku di PT Gudang Garam Tbk., Kediri, Jawa Timur, kemarin.

Airlangga juga mengungkapkan, banyak yang memiliki latar belakang pendidikan SMK telah menduduki jabatan tinggi di beberapa perusahaan besar. “Contohnya di Gudang Garam, Coca-Cola, Krakatau Steel, dan Daihatsu. Direkturnya itu ada yang dari pendidikan SMK," ungkapnya.

Tidak hanya menjadi karyawan di perusahaan, Kementerian Perindustrian juga siap membentuk lulusan SMK menjadi wirausaha. "Lulus SMK mau kerja atau mau jadi pengusaha bisa disiapkan. Kami sudah siapkan timnya," imbuhnya.

Menperin menyampaikan, Jawa Timur merupakan salah satu kontributor terbesar pada perekonomian nasional dari kinerja industrinya. “Kontribusi ekonominya 32 persen, kedua setelah Jawa Barat yang 42 persen. Makanya, program vokasi link and match antara SMK dengan industri, pertama diluncurkan untuk Jawa Timur. Daerah ini dipilih sebagai percontohan karena memiliki beragam industri,” paparnya.

Lebih lanjut, beberapa kota industri lainnya, seperti di Kudus, Cilegon, Gresik, Sidoarjo, dan Bekasi, juga didorong agar industri meningkatkan penyerapan dari lulusan SMK atau pendidikan vokasi. “Kami telah mendorong industri masuk ke kawasan industri dan membina SMK-SMK di sekitarnya,” kata Airlangga.

Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata Taswin Siddharta mengatakan, di perusahaannya banyak menyerap lulusan SMK. Bahkan, pihaknya telah membina SMK sekitar dalam program pelatihan. "Ada beberapa tempat yang bisa kami berikan kepada lulusan SMK. Kami juga fokus melakukan pelatihan yang bekerja sama dengan lima SMK dengan kurikulum yang cocok," ujarnya.

Pada acara Dialog Nasional, Menperin mendapat beberapa pertanyaan kritis dari para siswa SMK yang hadir, misalnya bagaimana dunia usaha atau industri bisa memberi ruang kepada siswa SMK dan mengusulkan penyediaan tenaga ahli sebagai guru di sekolah mereka.

Menperin menjawab, industri sudah membuka diri untuk kegiatan magang atau praktik kerja lapangan bagi pelajar SMK. “Kemarin saya kunjungan di Klaten, Jawa Tengah melihat di sana anak-anak langsung praktik kerja memakai dengan mesin yang sesungguhnya. Model ini yang akan kami dorong," jelasnya.

Terkait tenaga ahli, Kemenperin memiliki program silver expert. Maksudnya, para profesional yang sudah pensiun diberikan pendidikan dan pelatihan sehingga bisa menjadi tenaga pengajar. "Jadi, mereka bisa mengajar ke SMK-SMK,” kata Menperin.

Sementara itu, Intan, siswi SMKN3 Kota Kediri, menyampaikan tentang kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolahnya lebih banyak pendidikan normatif ketimbang produktif. Pertanyaan Intan ini dinilai bagus, oleh Menperin. "Sekarang ini sedang disinkronisasi kurikulumnya, sebanyak 70 persen produktif dan 30 persen normatif. Selain itu, kami juga mitrakan industri dengan sekolah yang belum punya teaching factory. Supaya adik-adik bisa praktik ke industri, seperti di SMKN3 Kota Kediri, jurusan tata boga ini bisa disinergikan dengan industri makanan dan minuman," jawab Airlangga.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

2 hari yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

2 hari yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

3 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

4 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

4 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

4 hari yang lalu