Pilkada 2018 Mendulang Berkah

MONITOR, Tegal – Perhelatan politik Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang akan digelar serentak, menjadi keberkahan tersendiri untuk pelaku usaha percetakan.

Para pengusaha percetakan di Slawi, Kabupaten Tegal, mulai kebanjiran order menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 dan partai politik yang akan mengikuti kontestasi Pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Meskipun Pilkada akan berlangsung pertengahan 2018 dan Pemilu 2019 masih lama, namun sudah banyak konsumen pesan perlengkapan kampanye seperti banner, poster, spanduk dan alat peraga kampanye," ujar pemilik percetakan di Slawi, Jafar, Rabu (15/11).

Jafar mengatakan, percetakan peningkatan order cetak setiap menjelang kampanye Pilkada maupun pemilu legislatif (Pileg). "Kalau Pemilu tahun 2014 lalu mencapai Rp100 juta per bulan untuk omset. Sekarang sudah mulai ramai dan tujuh bulan terakhir ini omzet meningkat 50-100 persen dari hari biasanya," ujarnya.

Di tempat yang sama, salah seorang pegawai percetakan Faiq merasa kewalahan dikarenakan harus lembur setiap hari. "Sudah sekitar satu bulan ini saya lembur untuk menyelesaikan cetakan spanduk, branding mobil, dan lainnya," katanya.

Biasanya dalam sehari faiq mencetak hanya sekitar satu rol bahan sepanduk namun sekarang hampir dua rol per hari. "Kita sering kerja lembur jika ada orderan cetakan menjelang pemilihan Pilkada, karena permintaan cetaknya meningkat," tuturnya.

Begitu juga dengan pemilik percetakan lainnya, Mustamid yang mengaku juga mulai kewalahan memenuhi orderan perlengkapan kampanye Pilkada dan Pemilu.

Sebanyak satu kabupaten dan satu kota akan melangsungkan Pilkada secara serentak di Kabupaten dan Kota tersebut yakni, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal.

Ia berharap semakin dekatnya Pemilu 2019, orderan percetakannya semakin ramai seperti Pemilu 2014 lalu dan Pilkada 2018 ini. "Biasanya dua bulan atau satu bulan menjelang pemilihan umum, orderan cetak membludak, baik dari partai maupun caleg, sehingga saya harus menambah karyawan," tutupnya.

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

10 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

10 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

20 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

20 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

21 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu