Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kemenristekdikti Sebutkan Faktor Kelemahan Inovasi di Indonesia

MONITOR, Jakarta  – Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Jumain Appe, mengaskan bahwa bangsa Indonesia perlu melakukan inovasi, termasuk di bidang Teknologi. Namun, faktor interkasi masing-masing aktornya masih menjadi kelemahan utamanya.

"Di dalam membangun inovasi teknologi perlu melakuakan kolaborasi antara berbagai sektor. Sayangnya, masing-masing aktor memiliki kelamahan dalam berinteraksi," ujar Jumain dalam seminar teknologi yang digelar Qualcomm, di Jakarta, Kamis (9/11).

Menurut Appe, penelitian hanya untuk keilmuwan sehingga tidak terpengaruh pada apa yang diperlukan industei.

"Jarang industri yang melakukan pengembangan produk dan teknologi jadi tidak seimbang dunia penelitan dan industri," ujar dia.

Selain itu, dia melihat banyak regulasi yang kurang kondusif terhadap perkembangan inovasi dan industri nasional. Padahal, menurut dia, dari segi perkembangan manusia dan sumber inovasi teknologi yang dimiliki Indonesia sangat besar.

"Yang perlu kita dorong saya kira sumber dagmya manusia dengan edukasi tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang menciptakan produk dan menguasai teknologi ke depan," kata dia.

Hal senada disampaikan Susie Armstrong, Senior Vice President Engineering Qualcomm. Dia berpendapat inovasi sangat penting.

Dia juga melihat bahwa saat ini adalah kesempatan yang tepat bagi Indonesia untuk berinovasi dalam Internet of Things (IoT) dikarenakan populasi yang dimiliki Indonesia.

Meski demikian hal itu harus diimbangi dengan edukasi dan kreativitas dari anak muda dan lembaga pendidikan, serta dukungan pemerintah dari segi kebijakan paten hingga pendanaan penelitian.

"Tidak bisa berdiri sendiri. Pengembang, manufaktur, operator dan pembuat kebijakan harus berkolaborasi," ujar Susie.

Recent Posts

Indonesia Gaungkan Kolaborasi Industri Masa Depan pada Forum BRICS 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global…

15 jam yang lalu

Apresiasi Kebijakan Afirmasi Pendidikan Prabowo, Rektor UIN Jakarta ajak Semua Pihak Bangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…

18 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng Tiga Kampus di Bandung untuk Pengembangan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

MONITOR, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas…

19 jam yang lalu

Kenaikan Dollar antara Kepanikan dan Rasionalitas Ekonomi

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Dalam setiap episode diskursus pelemahan rupiah, satu fenomena selalu berulang…

20 jam yang lalu

Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan

MONITOR, Jenewa - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan…

23 jam yang lalu

Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar Modus DAM dan Badal Haji, Oknum KBIHU Terancam Dicabut Izinnya

MONITOR, Jeddah -  Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap dugaan praktik…

23 jam yang lalu