MONITOR, Jakarta – Industri halal kian berkembang di Tanah Air. Rupanya fenomena ini dilirik Pemerintah Korea. Baru-baru ini Pemerintah Korea mengaku ingin menjalin kerja sama dengan lembaga keagamaan di Indonesia untuk mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Laboratorium Halal di Indonesia.
Ini terungkap dalam pertemuan antara delegasi Korea Testing Laboratory (KTL) dengan Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Nifasri di kantor BPJPH, Jakarta.
Direktur KTL Park Jungwon menjelaskan, KTL merupakan kumpulan laboratorium di Korea yang mendapatkan lisensi dari Pemerintah Korea untuk melaksanakan sertifikasi. KTL sudah diakui sejak lebih dari 51 tahun.
"Korea tertarik untuk bekerjasama mendirikan LPH sekaligus membangun laboratorium karena potensi pasar halal di Indonesia yang terus meningkat," ujarnya.
Di Korea sendiri, perhatian Pemerintah terhadap masalah halal makin meningkat karena makin banyaknya warga muslim di Korea.
Perlu diketahui, KTL berkunjung ke BPJPH untuk berkonsultasi terkait rencana pendirian LPH di Kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dengan lab yang diakui oleh pemerintah Korea. Kedatangan delegasi Korea didampingi oleh Ketua Yayasan Produk Halal Indonesia (YPHI) M Yanis Musdja.
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…