Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Era Digital, Aparatur Sipil Negara Harus Merubah Mindset

MONITOR, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan bahwa saat ini Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengubah mindsetnya seiring dengan perkembangan digital. Khusus kepada Pranata Komputer dalam Pemerintahan, Rudiantara mengajak untuk dapat mengubah proses bisnis dan mencari nilai tambah baru melalui TIK.

“Kita harus berubah, jangan komputer minded saja,” ujarnya saat menjadi Keynote Speach dalam acara kongres Pranata Komputer di Jakarta, Selasa (7/11).

Menurut Rudiantara, Jabatan Fungsional Pranata Komputer memiliki peran penting dalam penerapan e-government khususnya pada pelayanan publik. E-government bukan hanya mengkomputerisasikan seluruh proses tetapi juga pada lead-nya yaitu reformasi birokrasi.

E-Government pada dasarnya akan memberi nilai tambah seluruh elemen seperti G2G (Government to Government), G2B (Government to Business), dan G2P (Government to People),” tambahnya.

Rudiantara menyarankan juga bahwa pemerintah jangan fokus kepada alatnya saja, namun proses bisnisnya harus terus dapat dikembangkan. Selain itu, pada nantinya, sistem belanja TIK pemerintah akan terpusat pada Kementerian Kominfo sehingga terciptanya efisiensi dan menghilangkan ego sektoral.

Lanjut lagi, Menteri Rudiantara menekankan bahwa seusai Kongres Pranata Komputer, perlu didiskusikan bersama apa saja yang dapat ditingkatkan khusususnya nilai tambah untuk pelayanan masyarakat.

“Menjadi pranata komputer bukan hanya kotak-katik komputer, jaringan, dan lainnya. Namun, ubah proses, cari cara baru, cari nilai tambah melalui TIK,” tutup Menteri Kominfo.

Selain pelaksanaan Kongres Pranata Komputer, ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data atau Informasi Statistik Bidang Komunikasi dan Informatika oleh Kepala BPS Suhariyanto dan Menteri Kominfo Rudiantara. 

Memorandum of Understanding (MoU) itu ditujukan agar kedua instansi pemerintahan menjalin sinergi dalam menyajikan data dan informasi statistik di bidang komunikasi dan informatika, serta dapat mensosialisasikan berbagai kegiatan statistik kepada masyarakat, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data statistik.

Recent Posts

Ekspor Ikan Natuna Tembus 1,2 Miliar Rupiah, Karantina Kepri: Semua Dalam Keadaan Sehat

MONITOR, Natuna - Sektor perikanan Natuna terus menorehkan prestasi yang membanggakan. Sebanyak 11.735 ekor ikan…

3 jam yang lalu

Dahnil Anzar Tegaskan Komitmennya untuk Perbaikan Radikal Tata Kelola Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri urusan haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan radikal…

6 jam yang lalu

Jasa Marga Ajak Pengguna Jalan Gunakan Aplikasi Travoy sebagai Asisten Digital Perjalanan

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan Aplikasi Travoy…

6 jam yang lalu

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

1 hari yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

2 hari yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

2 hari yang lalu