MONITOR, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) serta Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) menyampaikan perkembangan ihwal program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11).
Hadir diantaranya Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Harya Adityawarman, serta dua anggota komite BPH Migas yaitu, Saryono Hadiwidjoyo dan M Ibnu Fajar dalam kegiatan tersebut.
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan Secara Nasional.
Dalam paparannya, Harya mengatakan, perkembangan program BBM satu harga ini dilakukan untuk menciptakan keadilan energi sesuai amanat Presiden Joko Widodo. Selain itu, program ini juga merupakan upaya pelaksanaan atas Permen ESDM ihwal percepatan BBM satu harga.
"Ini betul-betul untuk keadilan energi untuk rakyat Indonesia. Jadi intinya dari Permen itu terkait percepatan BBM satu harga," ujarnya.
Jadi, sambung pria yang akrab disapa Didit itu, harga BBM di Indonesia akan merata. "Jadi yang dulu di Papua ada harga Rp 80.000 sampai Rp 60.000, dengan adanya program ini diharapkan sama harganya dengan di Pulai Jawa," imbuhnya.
Saat ini, kata Didit, ada 150 sarana penyaluran BBM milik Pertamina, dan 7 dari badan usaha swasta.
Disebutkan Didit Permen ESDM No. 36 juga mengamanatkan agar pihak swasta menyalurkan BBM subsidi di daerah tertentu agar harganya sama dengan di Pulau Jawa.
Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Saryono Hadiwidjoyo menuturkan, dalam pelaksanaan program BBM satu harga, pemerintah yang dalam hal ini menugaskan Pertamina juga dibantu oleh PT AKR Corporindo.
"Selain Pertamina, ada juga pendirian lembaga penyalur oleh PT AKR Corporindo," ucap Saryono.
Sampai 1 November 2017, sambung Saryono, telah beroperasi 26 penyalur BBM oleh pertamina. Adapun untuk realisasi target sampai akhir 2017 adalah 54 penyalur dari Pertamina dan 5 penyalur dari PT AKR.
Di waktu yang sama, Anggota Komite BPH Migas Bidang BPH, M Ibnu Fajar mengatakan optimis dengan realisasi target program BBM satu harga ini. Mengingat, Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina kian sinergis dalam melaksanakannya.
"Ini apakah akan tercapai, kami optimis 54 ini akan terbangun karena Kementerian ESDM, BPH migas, maupun Pertamina sinergis," ujar Ibnu.
Kalau ada masalah perizinan, sambung Ibnu, BPH Migas akan sigap meninjaunya."Kalau ada masalah perizinan, BPH migas akan langsung meninjaunya," imbuhnya.
Ibnu menambahkan, dalam waktu dekat akan kembali diresmikan penyalur BBM satu harga dari Pertamina dan PT AKR. Sehingga, jumlah realisasi untuk 2017 bertambah.
"Nanti hari rabu akan diresmikan lagi di kalimantan SPBU yang baru dari pertamina dan AKR Corporindo," ucapnya.
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi…
MONITOR, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata dipicu oleh…
MONITOR, Jakarta - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo,…
MONITOR, Jakarta - Keberhasilan Bank Indonesia tidak cukup diukur dari capaian indikator kinerja yang melampaui…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2…