Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Ditarget Tuntas 2019, Pembangunan Tol Trans-Jawa Dikebut

MONITOR, Jakarta – Pemerintah menargetkan jalan tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akan tersambung pada 2019. 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dalam keterangannya di Jakarta, Jumat menyatakan saat ini tahap prakonstruksi proyek strategis nasional tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170,36 kilometer itu dikebut dan direncanakan masuk tahap konstruksi pada pertengahan 2018.

Herry mengatakan lelang proyek strategis nasional itu menyisakan satu peserta, yakni Konsorsium perusahaan pelat merah yang terdiri atas PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road dan PT Brantas Abipraya (Persero). 

Setelah tahapan negosiasi harga selesai, awal tahun depan akan dilakukan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). 

Ia mengungkapkan nilai investasi Tol Probolinggo-Banyuwangi sekitar Rp23 triliun. Jumlah itu belum ditambah dengan nilai tanah yang mencapai Rp4 triliun. Seluruh biaya pembangunan tol dan pembebasan tanah tidak menggunakan APBN melainkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). 

"Untuk konstruksi kapan mulainya sangat tergantung pembebasan tanah, kami berharap pertengahan 2018 bisa sudah dimulai konstruksinya," ujarnya.

Herry melanjutkan jika ada tanah-tanah yang sudah selesai pembebasannya maka akan bisa langsung dikerjakan. Ia memperkirakan lahan-lahan awal yang paling pertama dibebaskan adalah milik Perhutani. 

"Mungkin sekitar 30 persen lahan di tol itu punya Perhutani. Jadi mungkin bisa dimulai di Perhutani," tuturnya. 

Ia mengatakan di tahun 2018 ruas-ruas tol di pantura tersambung sepenuhnya termasuk ruas tol ke arah timur sampai Probolinggo. 

"Sampai akhir 2018 nanti, tol trans-Jawa sudah bisa tersambung tidak hanya sampai Surabaya. Tetapi sampai Probolinggo," katanya.

Pada 2018, pemerintah menargetkan penambahan 766,3 kilometer jalan tol baru. Dengan begitu, di akhir 2018, panjang tol yang sudah beroperasi mencapai 1.321,5 kilometer. 

Pada 2019, Herry memasang target sepanjang 533,1 kilometer tol yang baru akan beroperasi. Dengan begitu, panjang jalan tol yang beroperasi hingga 2019 mencapai 1.854,6 kilometer.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

5 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

23 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu